Memuat...

Slogan 'Bismillah' Viral dalam Demo Prancis, Apa Maksudnya?

Hanoum
Sabtu, 24 Oktober 2026 / 14 Jumadilawal 1448 05:39
Slogan 'Bismillah' Viral dalam Demo Prancis, Apa Maksudnya?
Sebuah spanduk bertuliskan "Bismillah, ini kegelapan" saat demonstrasi siswa SMA di Paris pada 13 Oktober 2026. [Foto: Lafargue Raphael, Abaca/Reuters]

PARIS (Arrahmah.id) -- Frasa campuran bahasa Arab dan Prancis, "Bismillah, c'est les ténèbres", mendadak viral dan bertransformasi menjadi yel-yel utama dalam gelombang unjuk rasa ratusan ribu pelajar di berbagai kota Prancis yang menuntut perbaikan fasilitas pendidikan serta memprotes tingginya biaya hidup.

Dilansir harian The Daily Star dan jaringan media internasional Al Jazeera (21/10/2026), slogan yang secara harfiah berarti "Dengan nama Allah, ini adalah kegelapan" tersebut bermula dari sebuah tangkapan layar percakapan media sosial Snapchat yang bocor pada awal Oktober. Akun misterius bernama "Mamadou" mencoba menyusup ke dalam grup koordinasi aksi pemblokiran sekolah dengan gaya bahasa berlebihan—menggabungkan kata-kata bahasa Arab, slang Prancis, dan emoji bendera Aljazair.

Para siswa mencurigai akun tersebut dioperasikan oleh aparat kepolisian yang menyamar, meski otoritas keamanan Prancis belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut.

Kecurigaan itu kemudian diubah oleh para pelajar menjadi meme satire untuk menyindir apa yang mereka anggap sebagai stereotip usang aparat penegak hukum terhadap pemuda keturunan Arab dan Afrika.

Berdasarkan analisis sosiolog Arab dan Mediterania dari Paris 8 University, Youssef El Chazli, sebagaimana dikutip dalam laporan The Daily Star (21/10), pengadopsian frasa tersebut mencerminkan bagaimana generasi muda yang tumbuh bersama platform media sosial mengubah humor digital menjadi medium ekspresi perlawanan politik.

Aksi massa yang mengusung poster dan yel-yel tersebut terus meluas di tengah kritik terhadap krisis ruang kelas yang padat, kekurangan tenaga pengajar, serta kesenjangan sosial di Prancis.

Di sisi lain, otoritas pemerintah dan inspektorat kepolisian (IGPN) tetap berfokus menjaga ketertiban umum di tengah aksi mogok massal, sembari membuka penyelidikan atas sejumlah insiden gesekan di lapangan, sementara gaung slogan satire ini dilaporkan mulai merembet ke aksi pelajar di negara tetangga seperti Belgia dan Italia. (hanoum/arrahmah.id)