TEHERAN (Arrahmah.id) -- Pemimpin tertinggi Syiah Iran yang baru dilantik, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka setelah menjadi sasaran serangan udara dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat dan 'Israel'. Berdasarkan laporan Euro News (9/3/20260), disebutkan bahwa Khamenei terluka dalam salah satu gelombang serangan yang menargetkan fasilitas dan tokoh penting di Iran, hanya beberapa hari setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi negara itu.
Televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa Khamenei mengalami luka dalam perang yang sedang berlangsung, meskipun tidak memberikan rincian tentang tingkat keparahan luka atau lokasi pasti serangan yang menimpanya.
Penilaian serupa juga datang dari pejabat keamanan 'Israel' yang menyatakan bahwa Khamenei diyakini masih hidup namun terluka setelah serangan udara yang diduga menargetkan lokasi yang berkaitan dengan kepemimpinan Iran awal pekan ini.
Mojtaba Khamenei baru saja diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi republik Islam tersebut. Penunjukan itu dilakukan setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada tahap awal perang yang pecah pada akhir Februari 2026.
Pengangkatan Mojtaba menandai pertama kalinya dalam sejarah Republik Iran terjadi suksesi kepemimpinan yang bersifat dinastik, karena posisi tertinggi negara itu sebelumnya tidak pernah diwariskan secara langsung dalam satu keluarga.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak pecahnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Serangan udara, rudal balistik, serta operasi drone dilaporkan terjadi di berbagai wilayah, memicu kekhawatiran konflik regional yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas energi global. (hanoum/arrahmah.id)
