NANGARHAR (Arrahmah.id) - Beberapa anggota keluarga korban serangan udara rezim militer Pakistan di Nangarhar masih belum mengetahui kematian orang-orang terkasih mereka.
Riazullah, seorang warga berusia 20 tahun dari daerah Gardi Kas di distrik Behsud, Nangarhar, kehilangan beberapa anggota keluarganya dan dirinya sendiri terluka dalam serangan mematikan rezim militer Pakistan pada Minggu malam pekan ini.
Saat ini ia sedang dirawat di rumah sakit regional Nangarhar tetapi belum diberitahu bahwa ia kehilangan anggota keluarganya dalam serangan udara tersebut, lansir Tolo News (25/2/2026).
Riazullah mengatakan: “Kejadian itu terjadi sekitar pukul 12:30 dini hari. Semua 22 anggota keluarga kami sedang tidur nyenyak. Saya dibawa ke rumah sakit regional. Ketika saya sadar kembali, seluruh tubuh saya terluka, dan saya tidak memiliki informasi tentang keluarga saya.”
Selain Gardi Kas, seorang korban luka lainnya dari daerah Kozbahar di distrik Khogyani juga dilarikan ke rumah sakit setelah serangan udara Pakistan tersebut.
Ia telah menyerukan kepada Imarah Islam untuk memberikan tanggapan serupa kepada Pakistan dan menuntut agar rezim militer Pakistan diadili di pengadilan internasional.
Ayazgul, korban luka lainnya dari insiden Nangarhar, mengatakan: “Terjadi ledakan dan semuanya menjadi gelap. Pakistan membom kami. Saya pingsan. Sekitar satu jam kemudian, orang-orang datang dan membawa saya ke rumah sakit daerah. Kami adalah orang miskin dan hidup dalam kesulitan.”
Hamedulhaq, anggota keluarga salah satu korban luka, mengatakan: “Rezim militer Pakistan yang melakukan tindakan ini harus diadili di pengadilan internasional. Kami juga meminta Imarah Islam untuk memberikan tanggapan yang tegas dan menghancurkan.”
Sementara itu, para pejabat di rumah sakit daerah Nangarhar mengatakan bahwa sebagai akibat dari serangan tersebut, beberapa korban luka telah dipulangkan setelah perawatan, sementara yang lain masih dirawat di rumah sakit.
Aminullah Sharif, kepala dinas kesehatan masyarakat di Nangarhar, menambahkan: “Tujuh belas anggota keluarga ini gugur. Satu orang lagi terluka. Dari 17 korban, jenazah delapan orang telah dipindahkan ke rumah sakit bersama satu orang yang terluka; lima jenazah dimakamkan di tempat kejadian oleh warga setempat, dan empat jenazah masih hilang. Satu orang yang terluka lainnya dibawa dari distrik Khogyani. Saat ini, kondisi kesehatan dua orang yang terluka dan dirawat di rumah sakit dalam keadaan baik.”
Akibat serangan udara Pakistan di Nangarhar, 17 orang gugur dan lima orang terluka, sementara jenazah empat korban lainnya masih hilang. (haninmazaya/arrahmah.id)
