Memuat...

Di Tengah Penahanan 'Israel', Ibu Aktivis Brasil Thiago Ávila Meninggal Dunia

Zarah Amala
Rabu, 6 Mei 2026 / 19 Zulkaidah 1447 10:30
Di Tengah Penahanan 'Israel', Ibu Aktivis Brasil Thiago Ávila Meninggal Dunia
Aktivis Thiago Ávila dan ibunya, Teresa Regina de Ávila e Silva (QNN)

BRASÍLIA (Arrahmah.id) - Kabar duka menyelimuti keluarga aktivis Brasil, Thiago Ávila, yang hingga kini masih ditahan oleh otoritas 'Israel'. Ibu Thiago, Teresa Regina de Ávila e Silva, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (5/5/2026), di tengah perjuangan putranya yang masih berada dalam tahanan setelah dicegat saat mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza.

Berita meninggalnya Teresa Regina dikonfirmasi oleh media Brasil yang mengutip keterangan dari Serikat Polisi Sipil Distrik Federal (Sinpol-DF). Diketahui bahwa putri Teresa, Luana de Ávila, menjabat sebagai wakil presiden di serikat tersebut. Menurut keterangan pihak serikat, Teresa Regina telah berjuang melawan kondisi kesehatan yang serius dalam beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya tutup usia.

Teresa Regina dikenal oleh keluarga dan kerabat sebagai sosok yang hangat, tabah, dan sangat berdedikasi kepada keluarganya. Kepergiannya menjadi pukulan emosional yang mendalam bagi keluarga, terutama karena terjadi di tengah masa sulit di mana nasib putranya, Thiago Ávila, sedang menjadi perhatian dunia internasional.

Kematian Teresa Regina terjadi di tengah meningkatnya seruan global agar 'Israel' segera membebaskan Thiago Ávila dan aktivis Spanyol-Swedia, Saif Abu Keshek. Keduanya telah ditahan oleh pasukan 'Israel' sejak Kamis, 30 Mei, setelah kapal mereka, yang merupakan bagian dari armada Global Sumud Flotilla, disergap di perairan internasional.

Penyergapan tersebut memicu kecaman luas karena dilakukan terhadap misi kemanusiaan sipil yang bertujuan mengirimkan bantuan mendesak ke Jalur Gaza yang sedang dikepung. Berbagai laporan dari tim hukum dan kedutaan mengungkap bahwa kedua aktivis tersebut mengalami kekerasan, penyiksaan, dan perlakuan buruk selama berada dalam tahanan militer 'Israel'.

Aksi penculikan terhadap para aktivis kemanusiaan ini telah memicu kemarahan di Brasil dan berbagai negara lainnya. Para aktivis serta sejumlah pejabat menilai penahanan Thiago Ávila sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, mengingat ia berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan sipil yang murni.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah otoritas 'Israel' akan memberikan izin khusus bagi Thiago Ávila untuk melayat atau menghadiri prosesi pemakaman ibundanya, mengingat status hukum dan penahanan yang masih menjeratnya. (zarahamala/arrahmah.id)