Memuat...

Duka Anak Palestina, Bukti Nyata Genosida Itu Ada

Oleh SuryaniPegiat Literasi
Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharam 1448 19:05
Duka Anak Palestina, Bukti Nyata Genosida Itu Ada
(Foto: arabcenterdc.org)

Kemelut di langit tanah Palestina tak kunjung usai. Suara dentuman terus terdengar menyisakan awan hitam dan bau tubuh yang terbakar. Bumi Syam terus menangis karena genosida sepertinya tidak akan dihentikan sebelum Palestina dipastikan hilang dari peta dunia. Itulah yang diinginkan para penjajah Zionis Israel.

Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwasannya Zionis sengaja menargetkan anak-anak Palestina. Pihak Israel melakukan tindakan yang menyebabkan kematian, serta penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap ratusan ribu anak Palestina. Menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas sejak Oktober 2023,  sedikitnya 73.035 orang telah tewas di Gaza, termasuk lebih dari 21.283 anak-anak. (bbc.com, 24/6/2026)

Padahal itu jelas melanggar hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.  Tetapi pembunuhan terus dilakukan bahkan semenjak genjatan senjata pada Oktober 2025 lalu. Komisi Penyelidik PBB menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi untuk menghancurkan masa depan anak Palestina terutama di Gaza. Apa yang dinyatakan PBB adalah fakta yang tak terbantahkan, bisa jadi angka sebenarnya lebih banyak lagi dari data yang tercatat.

Bertahun-tahun umat muslim di sana hidup dalam penderitaan dan kesengsaran. Genosida menyebabkan hancurnya semua bangunan dan fasilitas umum termasuk sekolah-sekolah.

Genosida ini dilakukan agar kaum Muslim Palestina habis hingga tidak ada lagi generasi penerusnya. Zionis melakukan segala cara (termasuk membunuh anak-anak) demi meraih tujuan mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel Raya. Mereka tidak peduli terhadap adanya gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB. Genosida terus ditlakukan sesuai kehendak mereka.

Dunia tidak bisa berharap Zionis melunak dengan hanya mengganti perdana menteri. Siapapun perdana menterinya, tujuannya tetap sama yaitu menjajah, maupun pada PBB yang terbukti gagal dengan puluhan resolusinya. Apalagi pada dunia Islam yang makin merapat pada Amerika Serikat (AS) dan Zionis karena paham nasionalisme dan politik kapitalistik.

Sistem kapitalisme yang diterapkan di seluruh negeri muslim menjadikan para pemimpin yang terpilih pro Barat. Mereka tidak menjadikan Islam sebagai politik negerinya. Paham Nasionalisme membatasi pandangan mereka hanya pada negeri mereka sendiri. Mereka juga mengidap penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) yang tercermin dalam politik kapitalistik dimana mereka tunduk pada pemberi keuntungan.

Maka tidak heran bila solusi bagi Palestina yang diusung negeri-negeri muslim hanya membebek pada agenda Barat. Padahal mengandalkan Barat sebagai pengusung kapitalisme adalah kesalahan fatal. Itulah sebabnya kaum muslim berada pada titik yang paling lemah, tidak mampu untuk membebaskan saudaranya yang tengah mengalami genosida.

Umat Islam harus menyadari akar permasalahannya bukan sekedar pelanggaran genjatan senjata yang terus berulang. Melainkan ketiadaan junnah (perisai) yang melindungi umat Islam yakni Khilafah Islamiyah dengan pemimpinnya adalah seorang khalifah. Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya al-Imam (khalifah) itu adalah perisai, di mana orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dengannya."  (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalifah disebut junnah (perisai) karena berfungsi melindungi dan menjaga umat Islam dari serangan musuh. Ia akan menjadi pelindung bagi rakyat dari kezaliman dan bahaya. Serta menjadi pusat komando di mana umat bersatu dan mengambil keputusan dalam semua urusannya. Itulah satu-satunya harapan pembebasan Palestina. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik Islam yang akan melakukan jihad fisabilillah untuk mengalahkan Zionis dan mengusirnya dari tanah Palestina.

Dengan bersatunya umat dalam satu kepemimpinan, maka penjajahan dan genosida Zionis akan segera diselesaikan. Allah menganugerahkan umat ini segala potensi. Baik secara militer berikut peralatan alutsistanya, sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk posisi geopolitik yang strategis. Semua ini sangat memungkinkan dunia Islam bisa menjadi negara adidaya. Dan pastinya sangat mudah membebaskan negeri-negeri muslim yang terjajah.

Khilafah akan fokus mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka. Anak-anak merupakan aset yang sangat berharga, yang es dtentunya merekalah penerus peradaban Islam yang gemilang.

Oleh karenanya Khilafah adalah masalah hidup dan mati (qadhiyah mashiriyah) umat yang harus diperjuangkan penegakannya. Itu harus menjadi fokus umat saat ini dan bersama-sama bersegera mewujudkannya. Ini penting ada di setiap benak kaum muslim, karena inilah satu-satunya jalan untuk mengembalikan kehidupan Islam. Sehingga Islam kembali mempunyai izzah di hadapan musuh-musuhnya sebagaimana dulu ketika kekhilafahan masih tegak berdiri. Dengannya, nyawa anak-anak akan terlindungi berikut masa depannya.

Wallahu’alam bis shawwab

Editor: Hanin Mazaya