KABUL (Arrahmah.id) - Afghanistan, sebagai salah satu negara dengan sinar matahari yang melimpah di kawasan, memiliki potensi signifikan untuk menghasilkan energi surya—kapasitas yang upaya pemanfaatannya baru-baru ini meningkat.
Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS) telah mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak untuk 15 proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan total kapasitas lebih dari 700 megawatt.
Menurut perusahaan tersebut, hampir 70 megawatt tenaga surya saat ini aktif di berbagai wilayah negara, lansir Tolo News (7/3/2026).
Mohammad Sadiq Haqparast, juru bicara DABS, menambahkan: “Saat ini, hampir 70 megawatt listrik yang dihasilkan dari sumber tenaga surya aktif di negara ini, dan berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani, diharapkan kapasitas ini akan mencapai 700 megawatt dalam dua tahun ke depan.”
Sementara itu, sejumlah pakar ekonomi menganggap pengembangan energi surya sangat penting untuk masa depan negara.
Mereka menekankan bahwa investasi di sektor ini dapat mengurangi ketergantungan Afghanistan pada listrik impor dan membantu menyediakan energi berkelanjutan ke daerah terpencil.
Abdul Shukor Hadawal, seorang analis ekonomi, mengatakan: “Sayangnya, belum banyak investasi yang dilakukan di sektor ini sejauh ini. Jika lebih banyak investasi dilakukan di bidang tenaga surya, bukan hanya pedagang yang akan mendapat manfaat, tetapi masyarakat biasa juga akan mendapat manfaat dari listrik, dan listrik tersebut juga dapat digunakan untuk pengambilan air.”
Abdul Nasir Reshtia, analis ekonomi lainnya, menambahkan: “Afghanistan memiliki sekitar 300 hari cerah dalam setahun, yang memberikan potensi besar untuk produksi energi. Saat ini, negara kita sayangnya mengimpor listrik senilai jutaan dolar dari luar negeri. Jika lebih banyak investasi dilakukan di sektor ini dan kita dapat memanfaatkan energi surya, hal itu dapat menghasilkan listrik yang stabil bagi masyarakat.”
Karena memiliki lebih dari 300 hari cerah per tahun dan tingkat radiasi matahari yang tinggi, Afghanistan dianggap sebagai salah satu negara kaya energi surya di kawasan ini. Menurut perkiraan, potensi kapasitas pembangkit listrik tenaga surya negara ini mencapai sekitar 220.000 megawatt. (haninmazaya/arrahmah.id)
