TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' menghancurkan dua rumah milik warga Palestina di Deir Ballut, sebelah barat Salfit, pada Kamis (29/10/2026) pagi. Penghancuran tersebut menambah rangkaian tindakan 'Israel' yang menyasar permukiman dan lahan pertanian warga di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Dilansir Quds News Network (QNN), pasukan 'Israel' memasuki kawasan Bab Al-Marj, sebelah timur kota, dengan dikawal buldoser militer. Mereka kemudian menghancurkan rumah milik Idris Jabara Abdullah dan Abdul Khaliq Abdullah, menurut sumber setempat.
Sebelumnya, pasukan 'Israel' dilaporkan meratakan area pertanian yang luas, mencabut ratusan pohon zaitun, serta membangun jalan permukiman di bagian barat Deir Ballut.
Otoritas 'Israel' juga telah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan terhadap sejumlah rumah yang masih dalam proses pembangunan maupun bangunan yang sudah dihuni keluarga Palestina.
Pada 16 September lalu, pasukan 'Israel' mulai menghancurkan sebuah permukiman pastoral di sebelah barat kota tersebut. Lebih dari 20 warga Palestina tinggal di kawasan itu dan menggantungkan hidup dari peternakan sekitar 1.000 ekor domba. Penghancuran tersebut mengancam tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan mereka, menurut QNN.
Selain penghancuran rumah, pasukan pendudukan 'Israel' juga melancarkan serangkaian penggerebekan dan penangkapan di sejumlah wilayah Tepi Barat dan Yerusalem pada Kamis malam hingga Kamis (29/10) dini hari.
Di Nablus, pasukan 'Israel' menangkap Jamal Shadi Ghazal setelah menggerebek rumahnya di Jalan University. Seorang warga Palestina lainnya juga ditangkap dalam penggerebekan di Qaryut, sebelah selatan kota tersebut.
Pasukan 'Israel' turut memasuki Burqa, barat laut Nablus, dan menembakkan gas air mata serta granat kejut ke arah rumah-rumah warga Palestina.
Di wilayah Ramallah, pasukan 'Israel' menangkap Mutasim Tayseer dalam penggerebekan di Birzeit dan memasuki sebuah rumah di Al-Mughayyir.
Sementara itu, Muhammad Fouad Jabrin ditangkap setelah tentara 'Israel' menggerebek rumahnya di Tuqu’, sebelah tenggara Bethlehem.
Pasukan 'Israel' juga memasuki Qabatiya, sebelah selatan Jenin. Dalam operasi terpisah di pusat Kota Jenin, tentara 'Israel' dilaporkan melakukan kekerasan terhadap seorang pemuda Palestina, menurut QNN.
Di sekitar Yerusalem yang diduduki, pasukan 'Israel' bersama sebuah buldoser militer memasuki kawasan permukiman Kristen Koptik di Al-Ram.
Penggerebekan juga berlangsung di Halhul, sebelah utara Hebron, dan Tafuh, sebelah barat kota tersebut. Pasukan 'Israel' menggeledah sejumlah rumah warga Palestina.
Selain operasi militer, pemukim ilegal 'Israel' dilaporkan menyerang para pengemudi transportasi umum dan warga Palestina lainnya di pintu masuk Ras Al-Joura, Hebron.
Di Lembah Yordan utara pada Rabu (28/10) malam, para pemukim ilegal 'Israel' mengejar penggembala domba dan ternak di kawasan Naba’ Ghazal, Al-Farsiya. Aksi tersebut memaksa para penggembala meninggalkan padang penggembalaan di sekitar tenda mereka.
Dua ekor sapi dilaporkan terluka dalam serangan tersebut, menurut sumber setempat.
Para pemukim ilegal 'Israel' juga memblokir jalan menuju Yirza utara, sebelah timur Tubas, dengan batu-batu. Jalan tersebut kemudian berhasil dibuka kembali.
Para penggembala Palestina di Lembah Yordan utara berulang kali menghadapi serangan, pembatasan akses ke lahan penggembalaan, hingga perusakan ternak. Situasi ini mengancam mata pencaharian keluarga-keluarga yang bergantung pada peternakan. (zarahamala/arrahmah.id)
