Memuat...

Pekerja Pelabuhan di 22 Negara Mogok Kerja, Protes Pengiriman Senjata ke 'Israel'

Zarah Amala
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 11:00
Pekerja Pelabuhan di 22 Negara Mogok Kerja, Protes Pengiriman Senjata ke 'Israel'
Aksi protes sebelumnya oleh para pekerja di Pelabuhan Genoa, Italia, yang menentang pengiriman senjata ke 'Israel'. (Getty)

GAZA (Arrahmah.id) - Pekerja pelabuhan di 22 negara bersiap menggelar aksi mogok dan demonstrasi pada Jumat untuk memprotes perdagangan senjata serta penggunaan pelabuhan sebagai jalur pengiriman persenjataan. Aksi ini digelar dalam rangka hari mobilisasi internasional menentang perang dan genosida di Jalur Gaza.

Para penyelenggara memperkirakan aksi tersebut dapat mengganggu lebih dari 40 persen aktivitas pengiriman barang di Laut Mediterania dan menghentikan pengiriman kargo senilai lebih dari 2 miliar dolar AS.

Dilansir Al Jazeera, seruan mogok awalnya disampaikan serikat pekerja pelabuhan di Prancis, Yunani, wilayah Basque di Spanyol, Turki, dan Maroko. Aksi tersebut kini mendapat dukungan lebih dari 25 serikat pekerja.

Serikat Pekerja Basis Italia menyatakan aksi telah meluas ke lebih dari 100 pelabuhan di 20 negara. Para pekerja pelabuhan bergabung untuk menyuarakan penolakan terhadap pengiriman senjata melalui fasilitas maritim.

Sejumlah pelabuhan utama yang diperkirakan terdampak antara lain Hamburg, Valencia, Le Havre, Algeciras, Piraeus, dan Genoa di Eropa, serta Pelabuhan Tanger Med di Maroko dan Nhava Sheva di India.

Serikat pekerja yang ikut mendukung aksi ini mencakup Ver.di di Jerman, SIPTU yang merupakan salah satu serikat pekerja terbesar di Irlandia, 3F di Denmark, serta CGT Ports et Docks di Prancis.

Di luar Eropa, penyelenggara menyebut aksi mogok juga berpotensi berlangsung di 12 pelabuhan India. Serikat Pekerja Transportasi Air India turut menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut.

Meski demikian, jumlah pekerja yang akan berpartisipasi dalam aksi belum dapat dipastikan.

Global Sumud Flotilla, kelompok kampanye pro-Palestina yang berulang kali berupaya menembus blokade Pekerja Pelabuhan di 22 Negara Mogok Kerja, Protes Pengiriman Senjata ke 'Israel' terhadap Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, menyatakan akan melakukan aksi terkoordinasi di wilayah perairan sebagai bentuk dukungan terhadap mogok kerja tersebut.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari 17 serikat dan federasi pekerja Palestina serta gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Pekerja Pelabuhan di 22 Negara Mogok Kerja, Protes Pengiriman Senjata ke 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)