Memuat...

Eskalasi Penangkapan Massal di Tepi Barat, Militer 'Israel' Serbu Puluhan Desa dari Hebron hingga Jenin

Zarah Amala
Kamis, 5 Maret 2026 / 16 Ramadan 1447 11:59
Eskalasi Penangkapan Massal di Tepi Barat, Militer 'Israel' Serbu Puluhan Desa dari Hebron hingga Jenin
Pasukan pendudukan menutup pintu masuk ke sejumlah kota dengan pos pemeriksaan militer dan gundukan tanah, serta mengevakuasi rumah-rumah, mengubah beberapa di antaranya menjadi barak militer (Al Jazeera).

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' melancarkan kampanye penangkapan besar-besaran dengan menyerbu puluhan kota, desa, dan kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat pada Rabu fajar (4/3/2026). Operasi militer ini melibatkan penutupan akses jalan dengan barikade militer dan gundukan tanah, serta pengalihan sejumlah rumah warga menjadi barak militer sementara.

Serbuan ini mencakup wilayah luas dari Hebron di selatan hingga Jenin di utara. Di Hebron, militer menyisir kota Al-Samu, Beit Ummar, dan Idhna. Sementara di wilayah utara, pasukan bergerak masuk ke Qalqilya, Tulkarm, Tubas, Nablus, serta desa-desa di sekitar Jenin seperti Ya'bad dan Araba.

Selain operasi militer resmi, tekanan terhadap warga sipil Palestina juga datang dari kelompok pemukim 'Israel'. Pejabat setempat di Tubas, Moataz Basharat, melaporkan bahwa sejumlah pemukim berpakaian seragam militer menggerebek rumah-rumah warga di desa Aqaba.

Para pemukim tersebut dilaporkan mengancam warga untuk segera meninggalkan rumah mereka (deportasi) dalam waktu beberapa hari. Otoritas Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina merilis data statistik yang menunjukkan eskalasi tajam selama bulan Februari 2025.

Tercatat sebanyak 1.965 serangan yang dilakukan oleh tentara dan pemukim 'Israel'. Sebanyak 122 fasilitas warga dihancurkan, dan 49 lainnya diberikan surat peringatan penghancuran. Serangan meliputi kekerasan fisik langsung, pencabutan pohon, pembakaran ladang, hingga penyitaan aset pribadi milik warga.

Kepala Otoritas Perlawanan, Moayad Shaaban, menyatakan bahwa angka-angka pada Februari menunjukkan tahap eskalasi yang sangat berbahaya dan terorganisir. Situasi di Tepi Barat dilaporkan semakin memanas secara signifikan sejak dimulainya agresi militer 'Israel'-AS terhadap Iran, yang memperburuk kondisi keamanan yang sudah rapuh sejak konflik Gaza dua tahun lalu. (zarahamala/arrahmah.id)