Memuat...

Foto Serangan Hebron dari Jarak Dekat Picu Kecurigaan Militer 'Israel' terhadap Fotografer AFP

Zarah Amala
Sabtu, 24 Oktober 2026 / 14 Jumadilawal 1448 10:30
Foto Serangan Hebron dari Jarak Dekat Picu Kecurigaan Militer 'Israel' terhadap Fotografer AFP
Seorang fotografer Agence France-Presse (AFP) mengabadikan kedua pelaku serangan terhadap pos pemeriksaan militer 'Israel' di dekat Hebron dari jarak dekat. (AFP)

HEBRON (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' menyelidiki apakah fotografer Agence France-Presse (AFP), Hazem J. Bader yang mengabadikan dua warga Palestina saat melancarkan serangan bersenjata di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, telah mendapat informasi sebelumnya mengenai operasi tersebut. Demikian dilaporkan surat kabar 'Israel', Yedioth Ahronoth, pada Jumat (23/10/2026).

Foto-foto yang dirilis AFP memperlihatkan kedua warga Palestina itu dengan jelas saat serangan berlangsung. Salah satunya tampak membawa pistol dan menembaki posisi tentara 'Israel' di pos pemeriksaan militer, sedangkan yang lain terlihat membawa senapan jenis M4.

Foto-foto lainnya merekam baku tembak serta pergerakan kedua pria bersenjata tersebut ketika melepaskan tembakan. Pengambilan gambar yang berlangsung dari jarak dekat itu memicu kecurigaan militer 'Israel' mengenai kemungkinan fotografer tersebut telah mengetahui rencana serangan sebelumnya.

Sejumlah buzzer 'Israel' di media sosial juga menuding Bader sengaja mengambil posisi yang memberinya perlindungan sekaligus sudut pengambilan gambar yang baik saat insiden berlangsung. Mereka bahkan menuduh fotografer tersebut bukan jurnalis, melainkan operator Hamas yang berkedok sebagai fotografer dan didanai media Barat.

Mereka turut menyoroti foto-foto serangan yang kemudian dipublikasikan Bader melalui akun Facebook-nya dengan tanda AFP.

Namun, tuduhan mengenai keterlibatan Bader dengan Hamas maupun dugaan bahwa ia mengetahui rencana serangan sebelumnya belum disertai bukti yang dapat diverifikasi dalam unggahan tersebut. Belum ada pula tanggapan dari Bader atau AFP mengenai tuduhan itu.

Sebelumnya, militer 'Israel' mengumumkan bahwa dua warga Palestina gugur dan enam tentara 'Israel' terluka, termasuk dua orang dalam kondisi sangat kritis, yang akhirnya tewas, dalam baku tembak yang berlangsung lebih dari 20 menit pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026.

Insiden itu terjadi di pintu masuk barat Kota Hebron, Tepi Barat bagian selatan yang diduduki. Militer 'Israel' mengidentifikasi kedua warga Palestina tersebut sebagai Hamouda dan Firas al-Jaaba, warga Hebron.

Setelah baku tembak, pasukan 'Israel' menggerebek rumah kedua warga Palestina tersebut serta sejumlah rumah lain milik orang-orang yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan serangan. (zarahamala/arrahmah.id)