GAZA (Arrahmah.id) - Warga Gaza menggelar pemakaman massal bagi 75 syuhada yang jasadnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di kawasan Al-Daraj, Kota Gaza. Sementara itu, sekitar 8.000 jenazah lainnya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan 'Israel'.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, prosesi pemakaman berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), setelah tim pertahanan sipil berhasil mengevakuasi jasad para korban. Menurut laporan Al Jazeera, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak yang berada di dalam rumah ketika serangan 'Israel' menghantam kawasan timur Kota Gaza, terutama lingkungan Al-Tuffah dan Al-Daraj.
Koresponden Al Jazeera, Nour Khaled, melaporkan bahwa jasad-jasad tersebut baru ditemukan setelah hampir tiga tahun tertimbun reruntuhan. Saat serangan terjadi, tim pertahanan sipil tidak dapat menjangkau lokasi karena pasukan 'Israel' menghalangi akses ke wilayah terdampak.
Sebagian kain kafan yang digunakan dalam pemakaman bahkan hanya berisi sisa-sisa jasad, potongan tubuh, pakaian, dan barang-barang pribadi. Kondisi ini menyulitkan petugas mengidentifikasi sejumlah korban beserta keluarga mereka.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sekitar 8.000 jenazah masih tertimbun reruntuhan. Proses evakuasi membutuhkan puluhan ekskavator, buldoser, dan peralatan khusus. Ia juga memperingatkan bahwa petugas menghadapi risiko keselamatan karena minimnya perlengkapan pelindung.
Ia mendesak masyarakat internasional menekan 'Israel' agar mengizinkan masuknya peralatan darurat serta mengirimkan tim khusus untuk membantu proses evakuasi.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, turut menyerukan PBB, masyarakat internasional, dan para mediator agar segera mendesak 'Israel' membuka akses bagi masuknya alat berat dan tim penyelamat. Hamas juga meminta mekanisme penyelidikan dan pertanggungjawaban internasional atas dugaan kejahatan yang dilakukan 'Israel' di Gaza.
Di tengah proses evakuasi, sumber-sumber rumah sakit di Gaza melaporkan bahwa lima warga Palestina, termasuk dua anak, gugur dan 11 lainnya terluka akibat serangan pasukan 'Israel' sejak Ahad (18/10/2026) pagi.
Di Beit Lahia, Gaza utara, Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan seorang anak tewas ditembak pasukan 'Israel' di wilayah yang berada di luar kendali mereka. Seorang warga Palestina lainnya juga meninggal akibat luka tembak di kawasan yang sama.
Di sebelah barat Kota Gaza, serangan 'Israel' di Jalan Al-Rashid menewaskan seorang warga Palestina dan melukai dua lainnya. Sementara itu, dua nelayan terluka akibat serangan 'Israel' ketika bekerja di perairan lepas pantai dekat kamp pengungsi Al-Shati.
Sumber layanan ambulans dan darurat juga melaporkan empat warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan, terluka akibat serangan pesawat nirawak 'Israel' di bagian barat Kota Gaza.
Di kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah, seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Misk Hazem Al-Dalu gugur akibat tembakan 'Israel' yang diarahkan ke tenda-tenda pengungsi, menurut kantor berita Palestina, Wafa.
Di Khan Yunis, Gaza selatan, seorang perempuan Palestina juga dilaporkan gugur akibat tembakan pasukan 'Israel' di wilayah yang berada di luar kendali mereka. Sementara itu, kendaraan militer 'Israel' menembaki tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, Rafah, dan artileri 'Israel' membombardir wilayah timur laut Khan Yunis.
Serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pelanggaran 'Israel' terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. (zarahamala/arrahmah.id)
