GAZA (Arrahmah.id) - Bendera revolusi Suriah terlihat di salah satu terowongan Brigade Izzuddin al-Qassam di Rafah, Jalur Gaza. Kemunculan bendera tersebut menjadi sorotan dan memicu beragam reaksi di media sosial.
Bendera itu tampak dalam rekaman yang dirilis Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, pada Senin (12/10/2026). Rekaman tersebut mendokumentasikan sejumlah perjalanan hidup Mahmoud Muhammad Syaban, seorang pejuang dari Batalion Syahid Raed al-Attar Yibna, yang berada di bawah Brigade Rafah, selama perang Banjir Al-Aqsha.
Dalam salah satu cuplikan, bendera revolusi Suriah terlihat berada di dalam terowongan di Rafah. Bendera yang kini digunakan sebagai bendera resmi Suriah setelah jatuhnya rezim mantan Presiden Bashar al-Assad itu kemudian ramai dibagikan oleh pengguna media sosial.
Sejumlah aktivis menilai kemunculan bendera tersebut memiliki makna simbolis yang melampaui sekadar gambar dalam rekaman. Menurut mereka, bendera itu mencerminkan solidaritas antara rakyat Suriah dan Palestina serta keterkaitan perjuangan kedua bangsa dalam mengupayakan kebebasan.
Salah seorang aktivis menulis bahwa kemunculan bendera Suriah dari dalam terowongan yang gelap, di tengah kepungan, menggambarkan pertemuan pengorbanan rakyat yang memperjuangkan kebebasan. Ia menyebutnya sebagai simbol persatuan antara Gaza dan Suriah.
Aktivis tersebut juga menggambarkan kemunculan bendera itu sebagai pesan keteguhan dan kehormatan, seraya menyatakan bahwa perjuangan untuk kebebasan akan terus berlanjut.
Publikasi rekaman tersebut merupakan bagian dari materi yang dirilis Brigade al-Qassam untuk mendokumentasikan perjalanan hidup para pejuangnya dan penggunaan jaringan terowongan selama perang di Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
