NAJRAN (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Houtsi di Yaman merilis rekaman yang mereka klaim memperlihatkan helikopter militer Arab Saudi AH-6i ditembak jatuh rudal di dekat Najran, wilayah barat daya Arab Saudi, pada Ahad (18/10/2026). Klaim tersebut bertentangan dengan keterangan koalisi pimpinan Saudi yang menyebut helikopter itu jatuh akibat gangguan teknis dan menewaskan dua perwira di dalamnya.
Menurut laporan Reuters (!8/10), juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan helikopter pengintai AH-6i milik Kementerian Garda Nasional Arab Saudi mengalami kecelakaan di wilayah Najran. Kedua awaknya dinyatakan tewas.
Sementara itu, media militer Houtsi menyatakan helikopter tersebut ditembak menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal ketika menjalankan aktivitas yang mereka sebut sebagai operasi bermusuhan di dekat perbatasan.
Juru bicara militer Houtsi, Yahya Saree, sebelumnya mengklaim pada Sabtu (17/10) bahwa kelompoknya telah menembak jatuh helikopter Apache Saudi yang disebut sedang menyerang posisi Houtsi di dekat Najran.
Insiden ini terjadi ketika ketegangan antara Arab Saudi dan Houtsi meningkat kembali di sepanjang perbatasan Yaman. Najran menjadi salah satu wilayah yang terdampak rangkaian serangan dalam beberapa pekan terakhir, seiring memburuknya konflik antara koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houtsi yang didukung Iran. Eskalasi tersebut menambah risiko meluasnya konflik Yaman ke kawasan Teluk.
Hingga laporan awal dipublikasikan, dua perwira Saudi dipastikan tewas dalam jatuhnya helikopter AH-6i berdasarkan keterangan koalisi. Namun, apakah helikopter itu benar-benar ditembak jatuh oleh Houtsi masih belum terkonfirmasi. Perbedaan keterangan tersebut menjadi pokok utama yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui penyelidikan dan bukti independen. (hanoum/arrahmah.id)
