Memuat...

Gempa Bumi Dahsyat Guncang Venezuela dan Jepang, Tidak Ada Laporan Korban Jiwa

Zarah Amala
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 08:50
Gempa Bumi Dahsyat Guncang Venezuela dan Jepang, Tidak Ada Laporan Korban Jiwa
Dampak gempa bumi di Venezuela (Reuters)

CARACAS (Arrahmah.id) - Dua negara yang berada di belahan dunia berbeda, Venezuela dan Jepang, secara hampir bersamaan diguncang oleh gempa bumi berkekuatan besar. Meskipun peristiwa ini memicu kepanikan massal di kalangan penduduk, otoritas terkait di kedua negara sejauh ini belum melaporkan adanya korban jiwa.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Venezuela. Pusat gempa terletak 21 kilometer di sebelah timur kota pesisir Moron pada Rabu (24/6/2026) malam pukul 22.04 GMT , dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer.

Gempa ini memicu kepanikan di ibu kota Caracas, di mana puluhan orang berlarian keluar dari gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan menuju jalanan sebagai langkah antisipasi.

Guncangan juga dirasakan oleh warga di negara tetangga, Kolombia. Di sana, sirene peringatan sempat dibunyikan dan beberapa warga memilih mengungsi sementara dari tempat tinggal mereka sebagai tindakan pencegahan.

Setelah gempa utama, tercatat terjadi beberapa gempa susulan (aftershocks) di wilayah tersebut.ng

Secara terpisah, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa berkekuatan 6,9 magnitudo yang terjadi di lepas pantai utara Jepang pada Kamis (25/6) ini.

Gempa terjadi di lepas pantai Prefektur Iwate, utara pulau Honshu, dengan kedalaman sekitar 50 kilometer.

Otoritas Jepang telah mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman tsunami yang ditimbulkan akibat gempa ini.

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai kerusakan material yang signifikan. Rekaman dari lembaga penyiaran publik menunjukkan bahwa aktivitas di kota Hachinohe, seperti lalu lintas dan infrastruktur dasar, tetap beroperasi secara normal.

Jepang merupakan salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia karena posisinya yang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik. Aktivitas seismik yang tinggi ini membuat Jepang memiliki sistem peringatan dan standar ketahanan bangunan yang sangat ketat untuk meminimalisir dampak kerusakan.

Meskipun laporan awal menunjukkan situasi terkendali, pihak berwenang di kedua negara terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (zarahamala/arrahmah.id)