Memuat...

Petinggi Militer Saudi, Turki, Pakistan Kumpul di Riyadh

Hanoum
Ahad, 27 September 2026 / 16 Rabiulakhir 1448 03:44
Petinggi Militer Saudi, Turki, Pakistan Kumpul di Riyadh
Pasukan Saudi, Pakistan, dan Turki memperdalam koordinasi untuk memperkuat daya jera.. [Foto: Gulf News]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Petinggi militer Arab Saudi, Turki, dan Pakistan berkumpul di Riyadh untuk membahas penguatan kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan. Pertemuan pada Jumat (25/9/2026) itu mempertemukan para kepala staf militer ketiga negara dan berlangsung ketika serangan milisi Syiah Houthi terhadap Arab Saudi dilaporkan kembali meningkat.

Dilansir Reuters (26/9), pertemuan tersebut dihadiri Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Saudi Jenderal Fayyadh Al-Ruwaili, Kepala Staf Umum Turki Jenderal Metin Gürak, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir. Mereka membahas cara memperkuat koordinasi dan kerja sama militer, termasuk pertukaran pengalaman dan peningkatan kemampuan pertahanan.

Pertemuan berlangsung hanya beberapa hari setelah Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menegaskan kembali komitmen terhadap kerja sama pertahanan melalui Deklarasi Riyadh. Kesepakatan tersebut menyatakan bahwa agresi terhadap salah satu negara akan dipandang sebagai agresi terhadap ketiganya dan menjadi dasar untuk melakukan koordinasi pertahanan bersama.

Kesepakatan pertahanan itu menjadi penting karena Riyadh saat ini menghadapi peningkatan ancaman dari Houthi di Yaman. Reuters melaporkan bahwa Houthi telah meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap wilayah Arab Saudi, sementara Riyadh melakukan serangan udara terhadap sasaran Houthi di Yaman.

Dalam pertemuan di Riyadh, ketiga pihak juga membahas perkembangan keamanan regional dan cara meningkatkan koordinasi antarmiliter. Menurut laporan Reuters, para pejabat militer meninjau kerja sama yang dapat dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, tetapi belum ada laporan bahwa mereka menyepakati operasi militer gabungan tertentu terhadap Houthi.

Turki memiliki posisi strategis dalam konfigurasi baru tersebut. Ankara sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Arab Saudi dan kesiapannya memenuhi kebutuhan pertahanan Riyadh dalam kerangka kerja sama yang telah disepakati. Pakistan juga memiliki hubungan militer yang panjang dengan Arab Saudi, termasuk kerja sama pelatihan, pertukaran personel, dan hubungan pertahanan bilateral.

Sebelumnya, Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan juga menyerukan kepada pasukan Saudi di garis depan agar siap mengorbankan nyawa dalam menjalankan tugas menghadapi Houthi. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Riyadh meningkatkan kesiapan menghadapi serangan Houthi dan menjadi latar penting bagi pertemuan para petinggi militer di ibu kota Saudi. (hanoum/arrahmah.id)