TEL AVIV (Arrahmah.id) - Media 'Israel' pada Rabu (3/4/2026) membongkar dokumen yang selama ini ditutupi sensor militer mengenai upaya pembunuhan terhadap Mayjen Rafi Milo, Komandan Komando Utara Angkatan Bersenjata 'Israel' (IDF). Insiden yang baru diizinkan untuk dipublikasikan tersebut terjadi sekitar satu bulan lalu di wilayah Lebanon Selatan.
Berdasarkan laporan Channel 14 'Israel', sebuah drone bunuh diri jenis FPV (First-Person-View) milik Hizbullah berhasil melacak dan menghantam langsung konvoi militer yang membawa jenderal bintang dua tersebut bersama jajaran perwira stafnya saat melakukan peninjauan lapangan. Mayjen Milo dan seorang perwira perempuan dilaporkan selamat setelah keluar dari kendaraan hanya beberapa detik sebelum hantaman keras drone terjadi.
Analis militer 'Israel' menilai insiden ini membawa implikasi strategis yang sangat serius. IDF secara resmi mengategorikan serangan tersebut sebagai upaya pembunuhan berencana tingkat tinggi, di mana kematian komandan senior seperti Milo dinilai akan menjadi pencapaian taktis terbesar bagi Hizbullah sepanjang perang.
Bongkarnya kasus pembunuhan yang gagal ini bertepatan dengan guncangan psikologis baru di internal 'Israel' setelah media militer Hizbullah merilis rekaman pengintaian malam menggunakan drone jenis Ababil di atas Benteng Beaufort yang bersejarah (Qalaat al-Shaqif).
Menggunakan teknologi kamera termal, video tersebut memperlihatkan pemantauan udara yang sangat detail di seluruh lanskap benteng. Menariknya, rekaman itu membuktikan tidak ada satu pun tentara 'Israel' yang bersiaga di lokasi tersebut, kontras dengan klaim harian Tel Aviv yang menyatakan mereka memegang kendali penuh atas wilayah strategis tersebut.
Di akhir video, Hizbullah menyematkan pesan singkat yang menohok psikologis militer 'Israel': "Kami datang dan tidak menemukanmu."
Stasiun radio 'Israel' Kol Hai menggambarkan rekaman Benteng Beaufort tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa sekaligus mengerikan. Untuk pertama kalinya, institusi keamanan dan militer 'Israel' secara terbuka mengakui bahwa Hizbullah telah memiliki kemampuan penglihatan malam dan pencitraan termal tingkat lanjut pada armada pesawat tanpa awaknya.
Otoritas penyiaran 'Israel' (KAN) mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir, dua tentara 'Israel' tewas di Lebanon Selatan setelah dihantam drone bunuh diri Hizbullah saat operasi malam hari.
Sedikitnya 10 tentara lainnya mengalami luka-luka dalam serangan dengan pola serupa, mengeksploitasi titik buta sistem deteksi dan radar intersepsi udara 'Israel'.
Surat kabar 'Israel' Maariv melaporkan adanya gelombang frustrasi yang meluas di kalangan tentara cadangan 'Israel' di garis depan utara. Para prajurit mengeluhkan ketidakmampuan komando militer untuk menetralisir teror drone peledak harian, sementara 'Israel' diakui belum menemukan solusi teknologi terpadu untuk menghentikannya.
Dampak masif dari perang ini juga dirilis oleh Kementerian Kesehatan 'Israel'. Data terbaru mencatat adanya tambahan 10 korban luka baru dalam sehari, membuat total warga 'Israel' yang terluka sejak pecahnya perang melawan Iran menembus angka 8.995 orang. Khusus di front Lebanon pasca-gencatan senjata dengan Iran, rumah sakit 'Israel' telah merawat 1.094 korban luka, di mana 679 di antaranya terjadi sejak kesepakatan koridor utara digulirkan pada April lalu.
Di sektor diplomatik, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa implementasi stabilitas keamanan dapat dimulai dalam waktu 24 hours jika semua pihak memberikan jaminan tertulis. Wilayah Zawtar Timur, Zawtar Barat, dan Benteng Beaufort diusulkan sebagai zona uji coba awal. Saat ini, Angkatan Bersenjata Lebanon bersama pasukan UNIFIL tengah bergerak untuk membuka kembali jalur darat yang menghubungkan Ibl al-Saqi dan kota Dbeen, menunggu penarikan mundur total pasukan 'Israel'.
Namun, diplomasi ini tetap berjalan di atas bara api. Sepanjang Rabu (3/6), jet tempur 'Israel' tetap meluncurkan serangan udara berdarah di Sahmar, Tebnine, Kfarjouz, Qilya, Qaraoun, Srifa, Maaroub, dan pinggiran Nabatieh. Serangan paling fatal menghantam Kota Sahmar di Lembah Bekaa Barat yang menewaskan 6 orang sipil. Di saat bersamaan, Hizbullah tetap merilis video balasan yang memperlihatkan hantaman drone Ababil mereka terhadap jajaran kendaraan tempur 'Israel' di dekat Zawtar dan Yahmar al-Shaqif. (zarahamala/arrahmah.id)
