RAMALLAH (Arrahmah.id) - Berbagai wilayah di Tepi Barat yang diduduki kembali diguncang gelombang penyerbuan oleh pasukan 'Israel' serta aksi kekerasan pemukim bersenjata pada Sabtu dini hari (25/7/2026). Insiden ini mengakibatkan seorang remaja dan seorang warga lansia Palestina menderita luka tembak akibat terjangan peluru pasukan 'Israel' di Betlehem dan Nablus.
Berdasarkan laporan koresponden Al Jazeera, pasukan 'Israel' secara intensif menyerbu sejumlah kawasan, termasuk Kamp Pengungsi Aqabat Jabr di selatan Jericho, Kota Qalqilya, Desa Kuber di Ramallah, serta kota Kafr Aqab di utara Yerusalem. Serbuan serupa juga diluncurkan di Kota Yabad, desa Zababdeh dan Burqin di Jenin, serta Desa Faroun di selatan Tulkarm.
Di Nablus, pasukan pendudukan menyerbu Desa Qaryut dengan menembakkan gas air mata ke arah perumahan warga, sementara para pemukim ilegal melancarkan serangan terhadap rumah-rumah penduduk di Desa Ourif. Sebelumnya, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa seorang remaja tertembak di dekat Kamp Dheisheh, Betlehem, dan seorang warga lansia terluka di Desa Sorra, Nablus, akibat peluru tentara 'Israel'.
Kecaman Kepresidenan Palestina dan Peringatan PBB
Menanggapi eskalasi ini, Kepresidenan Palestina mengeluarkan kecaman keras atas "kejahatan pasukan pendudukan 'Israel' dan para pemukim teroris" terhadap rakyat Palestina. Pemerintah Palestina memperingatkan bahwa kebijakan pemerintah 'Israel' sengaja menyeret Tepi Barat ke ambang kehancuran demi memuluskan rencana kolonisasi mereka.
Dari Jenjang internasional, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Palestina menyatakan kepada Al Jazeera bahwa para pemukim menyerang warga Palestina dengan perlindungan penuh dari militer Israel, bahkan menilai para pemukim kini turut mengarahkan pergerakan militer di lapangan. Ia menegaskan ketiadaan pihak yang melindungi warga sipil dari teror pemukim dan mendesak PBB segera mengambil tindakan nyata.
Eskalasi Pasca-Bentrok di Nablus
Gelombang kekerasan terbaru ini terjadi menyusul eskalasi sehari sebelumnya, di mana empat warga Palestina syahid oleh tembakan tentara 'Israel' dan empat lainnya luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis, di Desa Tel, barat daya Nablus. Bentrokan tersebut dipicu oleh serangan brutal pemukim bersenjata terhadap penduduk dan properti desa.
Di pihak lain, militer 'Israel' mengumumkan tewasnya seorang perwira dan seorang prajurit, serta tiga lainnya terluka, dalam insiden di dekat pos terdepan permukiman ilegal Havat Gilad. Menyusul insiden tersebut, militer 'Israel' memberlakukan pengepungan ketat di kota Nablus dan Desa Tel serta mengerahkan tambahan pasukan ke Tepi Barat.
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz bahkan telah menginstruksikan militer untuk menggelar operasi mi''esar di berbagai desa di Tepi Barat, sekaligus mengumumkan langkah-langkah untuk melegalkan pos-pos terdepan permukiman ilegal yang ada serta mendirikan permukiman baru. (zarahamala/arrahmah.id)
