Memuat...

Aksi Heroik Petani Palestina Rebut Senjata Pemukim dan Tewaskan Dua Tentara 'Israel'

Zarah Amala
Sabtu, 25 Juli 2026 / 11 Safar 1448 10:01
Aksi Heroik Petani Palestina Rebut Senjata Pemukim dan Tewaskan Dua Tentara 'Israel'
Petani Palestina Farouq Adnan setelah merebut senjata seorang pemukim hari ini di kota Tell dekat Nablus di Tepi Barat (media sosial)

NABLUS (Arrahmah.id) - Peristiwa berdarah di Desa Tel, barat daya Nablus, pada Jumat (24/7/2026) menyisakan kisah kepahlawanan luar biasa dari seorang petani Palestina bernama Farouq Adnan Ali Ramadan. Di tengah gempuran pasukan 'Israel' dan pemukim bersenjata, ia tampil sebagai simbol perlawanan rakyat yang berani.

Insiden bermula ketika kelompok pemukim ilegal menyerang kawasan timur Desa Tel, yang berhasil dipukul mundur oleh warga. Namun, setengah jam kemudian, para pemukim kembali datang dengan dukungan kendaraan militer 'Israel' untuk menyerbu wilayah barat dekat pos terdepan Havat Gilad, memicu bentrokan sengit dari jarak dekat.

Melihat ancaman langsung terhadap warga, Farouq dengan berani merangsek maju menembus rentetan peluru. Dalam perkelahian jarak dekat yang dramatis, pemuda tak bersenjata itu sukses melucuti senjata otomatis dari genggaman seorang penjaga keamanan pemukim.

Tidak berhenti sampai di situ, Farouq langsung menggunakan senjata tersebut untuk membalas tembakan ke arah penyerang demi melindungi desanya. Aksi berani ini berujung pada tewasnya seorang perwira 'Israel' berangkapan mayor dan seorang prajurit dari Brigade Yerusalem, serta melukai tentara lainnya, yang membuat pasukan penyerang kocar-kacir.

Operasi heroik tersebut harus dibayar mahal. Aparat 'Israel' yang kewalahan langsung mendatangkan bala bantuan dan melancarkan tembakan membabi buta. Farouq Ramadan gugur sebagai syahid di medan pertempuran.

Pengorbanan Farouq semakin mendalam karena ia tidak gugur sendirian. Ia syahid bersama tiga orang kerabat sekaligus sepupunya, yaitu Imran Ahmad Ali Ramadan, Ibrahim Hussein Ali Ramadan, dan Jawad Hussein Ali Ramadan.

Aksi perlawanan ini langsung mengguncang eskalasi keamanan 'Israel'. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama jajaran menterinya menggelar rapat darurat, sementara militer 'Israel' membatalkan izin cuti pasukan dan mengerahkan tambahan batalion untuk mengepung total kawasan Nablus dan Desa Tel, termasuk menyerbu Rumah Sakit Spesialis Nablus. Militer 'Israel' menyatakan kesiapannya menggelar operasi skala besar di seluruh wilayah Tepi Barat menyusul insiden yang mengejutkan posko pertahanan mereka ini. (zarahamala/arrahmah.id)