Memuat...

IRGC Hantam Pangkalan Militer dan Pusat Data AS di Kawasan dalam Gelombang Ke-27 Operasi Nasr 2

Zarah Amala
Sabtu, 25 Juli 2026 / 11 Safar 1448 11:31
IRGC Hantam Pangkalan Militer dan Pusat Data AS di Kawasan dalam Gelombang Ke-27 Operasi Nasr 2
IRGC mengatakan para pejuangnya telah menghancurkan bangunan yang tersisa dari pusat data Amazon. (Foto: via media sosial)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-27 dari operasi militer sandi Nasr 2 pada Jumat (24/7/2026), yang menyasar berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, Irak, dan Kuwait, serta sebuah pusat data yang diklaim memberikan dukungan intelijen bagi militer AS.

Dalam serangkaian pernyataan resminya, IRGC mengeklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan sisa bangunan pusat data Amazon yang disebut memegang peran utama dalam penyediaan intelijen bagi pasukan AS. Di Kuwait, serangan drone penyerang berat menghantam depot amunisi di Pangkalan Udara Ali Al-Salem, memicu serangkaian ledakan yang merusak fasilitas logistik dan sejumlah bangunan personel.

Di Yordania, Pasukan Dirgantara IRGC melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Azraq, yang diklaim mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah pesawat militer serta hancurnya kompleks perumahan personel yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Sementara itu, di wilayah Kurdistan Irak, IRGC menyatakan telah menghancurkan sistem pertahanan udara Patriot serta sebuah balon pengintai milik AS di Erbil, di samping menargetkan area hunian yang digunakan oleh tentara Amerika di kota tersebut.

Di tengah eskalasi ini, IRGC mengeluarkan imbauan kepada warga sipil di negara-negara tuan rumah pangkalan militer AS agar menjauhi radius setidaknya 500 meter dari lokasi pengerahan pasukan, dengan tuduhan bahwa banyak perwira dan tentara AS kini berpindah ke gedung-gedung sipil untuk menghindari serangan. IRGC juga membantah data resmi korban jiwa versi Washington, mengeklaim bahwa kerugian pihak AS mencapai ratusan korban jiwa yang diam-diam dievakuasi melalui jalur udara ke Jerman.

Pengumuman pihak Iran bertepatan dengan berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat yang memasuki malam ketiga belas berturut-turut. Berdasarkan laporan media lokal dan otoritas setempat, gempuran udara AS melanda 16 kota di berbagai wilayah Iran, termasuk Bandar Abbas, Jask, Konarak, Ahvaz, Omidiyeh, Isfahan, Kerman, hingga Lorestan.

Otoritas di Provinsi Khuzestan melaporkan empat orang tewas dan lima lainnya terluka di sekitar Ahvaz, sementara pejabat di Hormozgan menyebutkan beberapa warga sipil cedera dalam serangan di Pelabuhan Bandar Abbas. Di sisi lain, IRGC mengeklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah Tomahawk milik AS di atas wilayah Kahnuj, Provinsi Kerman. Gempuran harian Washington yang menyasar infrastruktur, jembatan, dan kawasan pesisir selatan serta barat Iran terus dibalas oleh Teheran melalui serangan balasan terhadap aset-aset militer AS di kawasan Teluk dan Timur Tengah. (zarahamala/arrahmah.id)