KABUL (Arrahmah.id) - Khalifa Sirajuddin Haqqani, Menteri Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan, menegaskan dukungan Imarah Islam terhadap para mahasiswa dan pengembangan akademik mereka dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh hampir 3.000 mahasiswa Universitas Sheikh Zayed di Khost.
Ia menggambarkan mahasiswa sebagai aset utama negara, seraya menyatakan bahwa mereka dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan sektor militer, industri, perdagangan, dan ekonomi Afghanistan di masa depan serta membantu membawa negara menuju kemandirian, lansir Tolo News (20/8/2026).
Haqqani mengatakan: "Mahasiswa adalah aset besar bagi negara dan memainkan peran penting dalam pembangunan serta kemajuannya. Mereka adalah kekuatan yang akan memungkinkan negara untuk berdiri di atas kaki sendiri dan bergerak menuju kemandirian. Para mahasiswa ini akan memainkan peran penting dalam memajukan sektor militer, industri, perdagangan, dan ekonomi negara di masa depan, dan harapan serta ekspektasi kami tertuju pada mahasiswa universitas. Mereka adalah lengan yang kuat dan pilar fundamental bagi kemandirian negara."
Dalam bagian lain pidatonya, Menteri Dalam Negeri mendesak para mahasiswa untuk fokus pada pendidikan, pengajaran, penelitian, dan kemajuan akademik, serta menjauhkan politik dari institusi pendidikan dan akademik.
Khalifa Sirajuddin Haqqani menambahkan: "Kami juga meminta para mahasiswa untuk memusatkan perhatian pada pendidikan, pengajaran, penelitian, dan kemajuan akademik, serta menjauhkan politik dari institusi pendidikan dan akademik."
Enayatullah Hamam, seorang dosen universitas, mengatakan: "Sebuah generasi harus dididik dengan cara yang memungkinkan mereka belajar sesuai dengan nilai-nilai agama dan nasional mereka, bekerja di masa depan, menghadapi tantangan, dan tidak melarikan diri saat dihadapkan pada kesulitan-kesulitan kecil."
Sebelumnya, pemimpin Imarah Islam, dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan para dosen universitas, juga telah meminta pihak universitas untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan dan pelatihan mahasiswa secara menyeluruh serta membekali mereka dengan pemahaman ilmu agama. (haninmazaya/arrahmah.id)
