DAMASKUS (Arrahmah.id) - Suriah memproduksi 14,8 juta barel minyak mentah dan 1,429 miliar meter kubik gas alam mentah selama paruh pertama tahun 2026, menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Energi.
Kementerian tersebut menyatakan melalui saluran Telegram-nya pada Selasa (18/8/2026) bahwa sektor minyak dan gas terus memulihkan perannya dalam mendukung perekonomian nasional dan memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan produksi, pengembangan infrastruktur, rehabilitasi fasilitas, serta peluang baru untuk investasi dan kemitraan.
Berdasarkan data kementerian, produksi selama periode tersebut mencakup 14,8 juta barel minyak mentah, 3,5 juta ton produk minyak bumi, 1,429 miliar meter kubik gas alam mentah, 1,252 miliar meter kubik gas alam bersih, dan 35.500 ton liquefied petroleum gas (LPG), lansir SANA.
Unit pembakaran sederhana (primitive burners) disingkirkan di empat provinsi, sementara Pusat Perminyakan Al-Thawra dan Stasiun Al-Bashri direhabilitasi. Sebanyak 152 sumur kembali beroperasi, 10 sumur baru mulai berproduksi, dan Stasiun Gas Dabousiya disiapkan untuk penyaluran gas ke Lebanon.
7 nota kesepahaman dan 3 kontrak
Kementerian menyatakan bahwa tujuh nota kesepahaman telah ditandatangani dengan perusahaan-perusahaan internasional, disertai dengan tiga kontrak untuk pengembangan sektor perminyakan.
Pekerjaan juga mencakup rehabilitasi jalur pipa gas Conoco sepanjang lima kilometer, pengoperasian kembali stasiun pompa utama di Homs setelah 12 tahun tidak aktif, pengaktifan kembali anjungan pengeboran lepas pantai Amrit, serta pengoperasian turbin gas di ladang Jbessa.
Di bidang pengeboran dan produksi, pekerjaan mencapai kedalaman 3.460 meter, sementara dua anjungan pengeboran direhabilitasi. Kementerian juga melaporkan pengoperasian kembali 152 sumur, penambahan 10 sumur ke tahap produksi, dan perbaikan 21 sumur.
110 kapal tanker diterima di terminal minyak
Untuk memperkuat keamanan pasokan, menjaga ketersediaan bahan bakar, dan meningkatkan efisiensi kilang, terminal minyak menerima 110 kapal tanker selama periode yang sama. Impor mencakup 1,016 miliar meter kubik gas alam, 1,5 juta ton minyak mentah, 598.000 ton mazut, 283.000 ton bensin, 196.000 ton LPG, dan 32.000 ton bahan bakar minyak.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa pembangkit listrik memperoleh pasokan sebesar 2,059 miliar meter kubik gas dan 859.251 ton bahan bakar minyak, sementara 3,5 juta ton produk minyak bumi disalurkan ke pasar domestik.
Upaya tahun 2025
Kementerian juga menyoroti upaya yang dilakukan pada tahun 2025 untuk memajukan sektor minyak, termasuk peningkatan volume pasokan gas alam menjadi 9 juta meter kubik per hari—suatu kenaikan sebesar 35 persen—serta pengeboran sumur eksplorasi gas pertama di wilayah pedesaan Damaskus.
Pada tahun yang sama, Suriah menerima 96 juta meter kubik gas dari Qatar dan 364 juta meter kubik gas dari Azerbaijan, sementara pembangkit listrik mendapatkan pasokan gas sebesar 2,194 miliar meter kubik. (haninmazaya/arrahmah.id)
