Memuat...

Kapal Induk AS George Washington Tiba di Timur Tengah Gantikan Abraham Lincoln

Zarah Amala
Jumat, 21 Agustus 2026 / 9 Rabiulawal 1448 10:30
Kapal Induk AS George Washington Tiba di Timur Tengah Gantikan Abraham Lincoln
Kapal induk George Washington bergerak dari Jepang ke Timur Tengah (Getty )

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa kapal induk USS George Washington tiba di Timur Tengah pada Rabu (19/8/2026) untuk menggantikan USS Abraham Lincoln, di tengah ketegangan terkait kondisi awak kapal yang telah bertugas selama berbulan-bulan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan kelompok tempur George Washington tiba dalam penempatan yang telah dijadwalkan. Kapal tersebut terlihat melintasi Teluk Arab dengan sejumlah pesawat tempur di atasnya.

Pengiriman George Washington dilakukan setelah muncul laporan mengenai kondisi psikologis dan kehidupan awak Abraham Lincoln yang telah menjalankan misi selama sekitar 250 hari. Sejumlah media melaporkan keluhan keluarga awak mengenai kekurangan makanan, gangguan jaringan air, hingga dugaan percobaan bunuh diri. Militer AS membantah laporan tersebut, sementara CNN menyebut pergantian kapal memang telah direncanakan sebelum keluhan itu muncul.

Sebelumnya, George Washington yang berbasis di Jepang beroperasi di kawasan Pasifik. Pemindahannya ke Timur Tengah membuat tidak ada kapal induk AS yang berada di kawasan tersebut, yang dinilai dapat memberi keuntungan strategis bagi Cina di tengah meningkatnya pengaruh Beijing.

Sementara itu, Abraham Lincoln meninggalkan California pada November 2025 menuju Laut Cina Selatan sebelum kemudian dialihkan ke Timur Tengah menjelang serangan AS dan 'Israel' terhadap Iran.

AS dan 'Israel' melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan rudal dan drone terhadap 'Israel' serta sejumlah sasaran AS di kawasan. Kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April.

Pada 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, tetapi pelaksanaannya terhambat oleh perselisihan terkait keamanan jalur strategis tersebut.

Antara 8 dan 24 Juli, AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian membalas dengan menyerang apa yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara Arab. (zarahamala/arrahmah.id)