TEHERAN (Arrahmah.id) -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran membantah laporan yang menyebut sejumlah tentara AS tewas dalam serangan terbaru. Teheran justru mengklaim bahwa beberapa prajurit Amerika tersebut sebenarnya ditawan, bukan tewas dalam pertempuran.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat keamanan nasional Iran yang menyebut informasi tentang kematian tentara AS tidak sepenuhnya benar. Ia menuding Washington menutupi fakta bahwa beberapa personel militernya telah ditangkap oleh pihak Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
“Beberapa tentara Amerika telah ditawan, tetapi pihak AS mengklaim mereka tewas dalam pertempuran,” kata pejabat keamanan Iran tersebut dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency (8/3/2026). Ia menambahkan bahwa pemerintah Amerika disebut berusaha menyembunyikan fakta tersebut dari publik.
Namun klaim tersebut langsung dibantah oleh militer Amerika Serikat. Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan tidak ada personel militer mereka yang ditawan oleh Iran dan menyebut pernyataan Teheran sebagai informasi yang tidak benar.
Konflik antara kedua negara memang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu mereka di kawasan. Dalam operasi militer tersebut, militer AS sebelumnya melaporkan adanya korban jiwa di pihaknya akibat serangan Iran terhadap fasilitas militer di Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebut sedikitnya beberapa tentara Amerika tewas setelah serangan senjata Iran menembus sistem pertahanan udara dan menghantam pusat komando taktis militer AS. Insiden itu terjadi dalam rangkaian konflik yang lebih luas setelah serangan udara AS dan Israel terhadap target di Iran.
Perbedaan klaim antara Teheran dan Washington ini semakin menambah kabut informasi di tengah perang yang terus berkembang di kawasan. Para analis menilai propaganda dan perang informasi menjadi bagian penting dalam konflik modern, sehingga klaim dari kedua pihak kerap saling bertolak belakang.
Hingga kini belum ada bukti independen yang dapat memverifikasi apakah tentara AS benar-benar ditawan seperti yang diklaim Iran. Namun perselisihan narasi tersebut menunjukkan betapa intensnya persaingan militer dan politik antara kedua negara yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
