Memuat...

Iran Buka Selat Hormuz, Tapi Tutup untuk Kapal AS dan 'Israel'

Hanoum
Senin, 16 Maret 2026 / 27 Ramadan 1447 06:48
Iran Buka Selat Hormuz, Tapi Tutup untuk Kapal AS dan 'Israel'
Selat Hormuz. [Foto: PR]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal dari seluruh dunia, namun tidak bagi kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan 'Israel'. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel', serta memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur energi global yang sangat vital itu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan, seperti dilansir News On Air (15/3/2026),  bahwa jalur pelayaran strategis tersebut tidak sepenuhnya ditutup. Ia menyebutkan bahwa pembatasan hanya berlaku bagi kapal tanker atau kapal yang terkait dengan negara yang menyerang Iran.

“Selat Hormuz terbuka, namun tertutup bagi kapal yang berasal dari musuh kami,” kata Araghchi dalam sebuah wawancara media internasional.

Menurut Araghchi, kapal dari negara lain tetap diperbolehkan melintas dan aktivitas pelayaran internasional masih berlangsung. Meski demikian, sejumlah perusahaan pelayaran disebut lebih berhati-hati melewati jalur tersebut karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit ini menjadi pintu utama ekspor energi bagi negara-negara produsen minyak di kawasan seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Gangguan pada jalur ini dapat berdampak besar pada pasokan energi global.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangkaian serangan militer antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel. Krisis di Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026 bahkan sempat menyebabkan penurunan drastis lalu lintas kapal dan meningkatkan harga minyak dunia karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Beberapa negara juga dilaporkan melakukan komunikasi diplomatik dengan Teheran untuk memastikan keselamatan kapal mereka. Dalam sejumlah kasus, Iran memberikan jaminan bahwa kapal dari negara tertentu masih dapat melintas dengan aman melalui selat tersebut. (hanoum/arrahmah.id)