Memuat...

IRGC Iran Klaim Serang Empat Kapal di Teluk, Tiga Kapal Lain Hantam Ranjau

Zarah Amala
Jumat, 23 Oktober 2026 / 13 Jumadilawal 1448 11:10
IRGC Iran Klaim Serang Empat Kapal di Teluk, Tiga Kapal Lain Hantam Ranjau
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa tujuh kapal terkena serangan di perairan Teluk. (Foto: Citra satelit, tangkapan layar)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang empat kapal di bagian utara Teluk pada Kamis (22/10/2026). Sementara itu, tiga kapal lainnya dilaporkan menghantam ranjau di sebelah barat Selat Hormuz pada malam sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC mengatakan telah melacak keempat kapal tersebut setelah mereka melintasi jalur yang dilarang otoritas Iran. Kapal-kapal itu disebut kedapatan memindahkan muatan minyak dari satu kapal ke kapal lainnya.

Menurut pernyataan tersebut, keempat kapal diserang secara bersamaan hingga terbakar. Kantor berita Fars melaporkan bahwa kapal-kapal itu diduga dimiliki pihak Amerika Serikat atau mengangkut muatan untuk perusahaan AS.

Angkatan Laut IRGC juga menyatakan tiga kapal lainnya menghantam ranjau di sebelah barat Selat Hormuz pada Rabu malam. Insiden tersebut memicu kebakaran dan membuat kapal-kapal itu tidak dapat bergerak.

Pihak Iran tidak mengungkap identitas ketujuh kapal maupun informasi mengenai kemungkinan korban jiwa.

IRGC menuduh Washington mendorong kapal-kapal komersial menggunakan jalur yang tidak diizinkan dan dipasangi ranjau, meski Iran telah mengeluarkan peringatan.

Menurut IRGC, tindakan tersebut meningkatkan risiko insiden maritim. Mereka juga mengancam akan memperluas respons militer jika situasi terus berlanjut.

“Militer AS yang melakukan invasi harus memahami bahwa jika tindakan ini berlanjut, konfrontasi akan meluas hingga ke pangkalan-pangkalan para agresor di seluruh kawasan,” demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC.

Pihaknya menegaskan bahwa Iran akan terus mengelola dan mengendalikan Selat Hormuz.

Iran secara efektif membatasi pelayaran di jalur strategis tersebut di tengah konfrontasinya dengan AS dan 'Israel'. Sementara itu, Washington menyatakan mampu menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial.

Pengumuman terbaru ini menyusul sejumlah laporan Iran mengenai kebakaran kapal tanker di sekitar Selat Hormuz.

Pada 20 Oktober, Angkatan Laut Iran menyatakan sebuah kapal tanker minyak terbakar di koridor selatan selat tersebut setelah memasuki wilayah terlarang meski telah diperingatkan. Militer Iran juga mengeklaim kapal itu telah menonaktifkan sistem pelacaknya.

Sementara itu, pada 17 Oktober, Angkatan Laut IRGC melaporkan sebuah kapal tanker super yang membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah menghantam ranjau saat mencoba melintasi jalur terlarang.

Menurut pernyataan tersebut, ledakan terjadi di ruang mesin, memicu kebakaran dan menghentikan pergerakan kapal. Iran tidak mengungkap identitas kapal maupun informasi mengenai awaknya.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan maritim seharusnya berada di tangan negara-negara kawasan.

“Selat Hormuz dan Teluk Persia harus memperoleh keamanan dari negara-negara yang berbatasan dengan jalur perairan vital ini,” ujarnya.

Baghaei juga mengatakan Iran, Rusia, dan CAngkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa tujuh kapal terkena serangan di perairan Teluk. (Foto: Citra satelit, tangkapan layar)ina memiliki rencana terkait keamanan di Selat Hormuz. Namun, ia menyebut proposal Rusia belum sepenuhnya dipaparkan kepada publik.

Ia mendesak negara-negara tetangga untuk bekerja sama dan membangun kepercayaan bersama, alih-alih bergantung pada kekuatan dari luar kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)