Memuat...

'Israel' Hancurkan Rumah dan Gedung Lima Lantai di Gaza meski Gencatan Senjata Berlaku

Zarah Amala
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 10:07
'Israel' Hancurkan Rumah dan Gedung Lima Lantai di Gaza meski Gencatan Senjata Berlaku
Serangan udara 'Israel' menghancurkan bangunan tempat tinggal di Gaza utara dan tengah. (Foto: via @AbujomaaGaza//X)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' menghancurkan sejumlah bangunan tempat tinggal di Gaza utara dan tengah pada Kamis (29/10/2026) malam, memaksa keluarga-keluarga Palestina kembali mengungsi meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Sumber dan saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa serangan udara 'Israel' menghancurkan sebuah rumah di kawasan Safatawi, utara Kota Gaza. Serangan itu dilakukan setelah warga mendapat perintah untuk mengosongkan blok permukiman di sekitar lokasi.

Menurut para saksi, seorang warga menerima panggilan telepon dari intelijen 'Israel' yang memerintahkan evakuasi bangunan-bangunan di dekat stasiun desalinasi air Yassin sebelum serangan dilancarkan.

Warga hanya diberi waktu beberapa menit untuk meninggalkan rumah mereka. Peringatan tersebut memicu kepanikan dan memaksa keluarga-keluarga mengungsi dalam kegelapan sebelum bom dijatuhkan.

Selain menghancurkan rumah yang menjadi sasaran, serangan tersebut juga merusak sejumlah bangunan di sekitarnya.

Di Gaza tengah, serangan udara 'Israel' menghancurkan sebuah gedung tempat tinggal berlantai lima di Blok 7 Kamp Pengungsi Al-Bureij, menurut sumber yang dikutip Anadolu.

Serangan tersebut juga didahului peringatan evakuasi terhadap warga di blok permukiman sekitar gedung.

Pemboman menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan rumah-rumah di sekitarnya. Sejumlah keluarga lainnya pun kehilangan tempat tinggal.

Tidak ada laporan korban tewas maupun luka-luka dalam kedua serangan tersebut. Namun, sumber dan saksi mata menggambarkan kerusakan yang meluas serta pengungsian keluarga dari kawasan terdampak.

Serangan ini menambah daftar pelanggaran 'Israel' terhadap kesepakatan gencatan senjata melalui pemboman dan penghancuran rumah-rumah warga Palestina.

Sejak Oktober 2023, serangan 'Israel' di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut juga hancur, berdasarkan data Palestina yang dikutip Anadolu. (zarahamala/arrahmah.id)