Memuat...

Pendukung ISIS Serang Kedubes 'Israel' di Beograd, Serbia Naikan Siaga Teror

Hanoum
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 05:25
Pendukung ISIS Serang Kedubes 'Israel' di Beograd, Serbia Naikan Siaga Teror
Tentara Serbia berjaga di depan kedubes ISrael di Beograd pasca serangan pada 28 Oktober 2026. [Foto: X]

BEOGRAD (Arrahmah.id) -- Seorang penyerang bersenjata dua pisau tewas ditembak polisi setelah melukai seorang penjaga Kedutaan Besar 'Israel' di Beograd, Serbia, pada Rabu dini hari (28/10/2026). Menteri Dalam Negeri Serbia, Ivica Dacic, menyebut peristiwa itu serangan teroris, dan pemerintah menaikkan peringatan teror ke level tertinggi.

Menurut kejaksaan setempat, seperti dilansir Reuters (28/10), penyerangnya masih di bawah umur dan mengidentifikasi diri dengan bagian dari kelompok militan Islamic State (ISIS). Pelaku yang identitas aslinya belum diketahui, memakai pakaian hitam saat menyerang dengan dua pisau di pos jaga kedutaan 'Israel'.

Ia melempar satu pisau yang mengenai pipi kiri polisi itu, lalu polisi menembaknya beberapa kali hingga tewas di tempat. Kejaksaan menilai tindakan polisi itu dibenarkan sebagai pembelaan diri. Serangan terjadi sekitar pukul 00.15 waktu setempat.

Pejabat Serbia mengungkap sebagian profil pelaku. Dacic mengatakan penyerang itu remaja yang diperkirakan berasal dari kota Šabac di Serbia barat, dan terdengar meneriakkan “Allahu Akbar” saat menyerang.

Ia menambahkan aparat keamanan telah memantaunya dan menuduhnya mendukung ISIS dengan memajang bendera hitam kelompok itu di akun Instagram-nya. Dacic juga menaikkan status ancaman teror ke “siaga merah”, dengan penambahan personel polisi di lokasi penting.

Kementerian Luar Negeri 'Israel' menyebut serangan itu upaya serangan teroris. Selain itu, mereka juga mengatakan polisi setempat telah menetralkan penyerang serta tidak ada staf kedutaan yang terluka. Pasca kejadian itu, kedutaan tutup beroperasi untuk sementara waktu.

Duta Besar 'Israel' untuk Serbia, Avivit Bar-Ilan, mengecam serangan itu dan berterima kasih kepada polisi yang terluka. Kongres Yahudi Eropa menyebut ini kedua kalinya kedutaan itu menjadi sasaran dalam dua tahun lebih.

Peristiwa serupa pernah terjadi di lokasi yang sama. Pada Juni 2024, seorang penyerang menembakkan panah busur silang ke leher seorang polisi Serbia yang menjaga kedutaan. Serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah pemilu parlemen dini di Serbia pada Ahad, saat gerakan yang dipimpin pemuda mengalahkan kubu lama mantan presiden Aleksandar Vucic. (hanoum/arrahmah.id)