Memuat...

Pemilu 'Israel': Blok Netanyahu Raih 53 Kursi, Belum Cukup untuk Berkuasa

Hanoum
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 05:21
Pemilu 'Israel': Blok Netanyahu Raih 53 Kursi, Belum Cukup untuk Berkuasa
Foto ilustrasi. [Foto: Turkey Today]

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Hasil resmi pemilu 'Israel' menunjukkan blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meraih 53 dari 120 kursi Knesset, sedangkan blok oposisi memperoleh 48 kursi. Keduanya belum mencapai ambang mayoritas 61 kursi. Angka “53” itu adalah jumlah kursi (sekitar 44 persen dari Knesset), bukan 53 persen suara, dan hasil pemilu tidak mengukur dukungan terhadap perang di Gaza.

Dilansir The Jerusalem Post (29/10/2026), Komisi Pemilihan Pusat (CEC) mengumumkan penghitungan akhir pada Kamis, setelah semua suara dihitung. Pemilu digelar Selasa, 27 Oktober. Partai-partai Arab menang 19 kursi, rekor tertinggi mereka, sehingga kedua blok tidak bisa meraih 61 kursi tanpa dukungan partai Arab. Likud pimpinan Netanyahu menjadi partai terbesar dengan 27 kursi, disusul Yashar pimpinan Gadi Eisenkot (21) dan B’Yachad pimpinan Naftali Bennett (12).

Daftar Bersama meraih 11 kursi, Demokrat dan Ra’am masing-masing delapan. Otzma Yehudit dan Yahadut HaTorah masing-masing tujuh kursi, sedangkan Zionisme Religius dan Shas masing-masing enam.

Hasil ini belum final. CEC menyatakan hasil resmi dipublikasikan setelah pemeriksaan integritas tambahan.

Pemilu ini dipandang sebagai referendum atas kepemimpinan Netanyahu. Al Jazeera menyebut pemungutan suara ini sebagai respons atas serangan 7 Oktober 2023 dan perang yang disebutnya genosida di Gaza. Israel menolak tuduhan genosida.

Pembentukan pemerintahan diperkirakan sulit. Eisenkot sebelumnya menolak melayani di bawah Netanyahu, dan pemimpin oposisi lain menolak melibatkan partai Arab dalam koalisi.

Avigdor Liberman menegaskan tidak akan duduk bersama partai Arab maupun Netanyahu. Pemimpin Demokrat, Yair Golan, mengatakan blok Netanyahu kalah dan oposisi mencapai 65 kursi bila partai Arab dihitung. Presiden Isaac Herzog mengimbau para pemimpin menghindari putaran pemilu baru.

Hasil ini juga diwarnai kontroversi. Shin Bet menyelidiki dugaan dana asing, termasuk dari Qatar dan Turki, untuk memengaruhi partisipasi pemilih di sektor Arab. Likud juga menuduh partai Arab melakukan kecurangan. CEC menyatakan integritas pemungutan suara di TPS terjaga. Ra’am menyatakan tidak terkait dengan dugaan itu (hanoum/arrahmah.id)