Memuat...

Pasca Mengasingkan Diri 16 Tahun, Penyanyi Legendaris Suriah Gelar Konser di Damaskus

Hanoum
Jumat, 30 Oktober 2026 / 20 Jumadilawal 1448 05:23
Pasca Mengasingkan Diri 16 Tahun, Penyanyi Legendaris Suriah Gelar Konser di Damaskus
Penyanyi Suriah Assala Nasri menggelar konser kepulangan “Awdat al-Assala” (Kembalinya Assala) di Aula Olahraga Al-Fayhaa, Damaskus. [Foto: Enab Baladi]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Penyanyi Suriah Assala Nasri menggelar konser kepulangan “Awdat al-Assala” (Kembalinya Assala) di Aula Olahraga Al-Fayhaa, Damaskus, pada Kamis (17/9/2026). Itu penampilan pertamanya di ibu kota Suriah dalam lebih dari 16 tahun, sejak ia menjauh dari negaranya setelah mengkritik pemerintahan Bashar al-Assad.

Dilansir The National (18/09), ribuan orang menghadiri konser itu. Assala tampak emosional saat kembali tampil di panggung Suriah. Kantor berita resmi SANA melaporkan ia membawakan lagu-lagu dari kariernya yang panjang dan album Suriah barunya di hadapan penonton besar.

Menurut Enab Baladi dan SANA, pertunjukan itu dihadiri menteri, pejabat, dan seniman. Orkestranya dipimpin Adnan Fathallah, sutradaranya Bassem Christo dari Lebanon, dan tampil pula grup tari Enana.

Absennya Assala punya latar politik. Penampilan resmi terakhirnya di Suriah berlangsung di Gedung Opera Damaskus pada Februari 2010, dan ia secara terbuka mendukung protes yang dimulai pada 2011. Penyelenggara mengaitkan kepulangannya dengan sikap itu, menurut Enab Baladi.

Menteri Kebudayaan Mohammad Yassin Saleh menghormatinya di atas panggung dan menyebut kepulangannya sebagai “kembalinya Suriah” dan setiap orang merdeka.

Acara ini digelar dengan dukungan pemerintah. Konser disponsori Kementerian Kebudayaan dan Sindikat Seniman, diselenggarakan perusahaan Ugar, dan masuk rangkaian “Musim Panas Suriah 2026”. Separuh hasil penjualan tiket dialokasikan untuk lembaga amal. Aula Al-Fayhaa dibuka kembali pada April setelah direhabilitasi. Persiapannya memakan waktu sekitar tiga bulan. Konser kedua dijadwalkan pada 19 September.

Menjelang acara, muncul penolakan. The National melaporkan sejumlah ulama menyerukan pembatalan konser, dan video memperlihatkan poster promosi dirobek di Damaskus. Album barunya memuat 14 lagu yang terinspirasi dari berbagai wilayah dan provinsi Suriah. (hanoum/arrahmah.id)