Memuat...

'Israel' Targetkan Pos Polisi dan Pemukiman di Gaza, Tujuh Orang Gugur

Zarah Amala
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 13:15
'Israel' Targetkan Pos Polisi dan Pemukiman di Gaza, Tujuh Orang Gugur
Sebagian dari iring-iringan jenazah warga Palestina yang gugur akibat agresi 'Israel' yang terus berlanjut di Jalur Gaza pada Jumat, 27/2/2026 (AFP)

GAZA (Arrahmah.id) - Eskalasi militer 'Israel' di Jalur Gaza pada Jumat (27/2/2026) menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina dan melukai belasan lainnya. Serangan yang terjadi sejak fajar ini menyasar berbagai titik dari wilayah utara hingga selatan, termasuk area pengungsian yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman.

Di wilayah utara, Ahmed Saad Ghaban (36) gugur setelah ditembak oleh pasukan 'Israel' di dekat daerah Aslan, Beit Lahia. Insiden serupa juga merenggut nyawa seorang pemuda di wilayah Al-Atatra, di kota yang sama. Sementara itu, di pusat kota Khan Yunis, sebuah tenda pengungsi di dalam sekolah Mustafa Hafiz dihantam serangan udara, menewaskan Iyad Al-Attal (37) serta melukai seorang wanita dan seorang anak.

Tragedi memilukan terjadi pada waktu sahur di hari kesepuluh bulan Ramadhan. Tiga warga sipil gugur ketika jet tempur 'Israel' mengebom kerumunan warga di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis. Al-Mawasi merupakan wilayah pesisir yang dipadati oleh tenda-tenda pengungsi.

Selain warga sipil, otoritas keamanan di Gaza juga mengonfirmasi gugurnya seorang anggota kepolisian. Serangan udara 'Israel' menargetkan pos pemeriksaan polisi di Jalan Salah al-Din, tepat di pintu masuk kamp pengungsi Al-Bureij, Gaza Tengah.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa berlanjutnya pertumpahan darah ini merupakan bukti nyata bahwa 'Israel' meremehkan upaya para mediator internasional dan mengabaikan peran Board of Peace.

"Pendudukan ('Israel') terus melanjutkan perang pemusnahan. Apa yang berubah hanyalah bentuk dan metodenya saja. Ini menunjukkan bahwa janji negara-negara penjamin tentang penghentian perang tidak memiliki realitas di lapangan," tegas Qassem dalam pernyataan resminya.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata secara teknis telah berlaku sejak Oktober 2025, 'Israel' terus melakukan pelanggaran harian yang menghambat perbaikan kondisi hidup 2,4 juta penduduk Gaza. Lebih dari 72.000 jiwa (sejak 8 Oktober 2023), lebih dari 171.000 orang terluka.

'Israel' telah mangkir dari komitmen keamanan dan kemanusiaan yang tertuang dalam perjanjian damai terbaru, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang skala penuh kembali. (zarahamala/arrahmah.id)