KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) - Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, meninggal dunia hari ini, Senin (28/9/2026) dalam usia 100 tahun.
Siti Hasmah meninggal di National Heart Institute (IJN) di Kuala Lumpur sekitar pukul 09.20 waktu setempat. Kabar tersebut dikonfirmasi putranya, Mokhzani Mahathir, kepada kantor berita Bernama.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar bersama Permaisuri Raja Zarith Sofiah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Siti Hasmah. Sultan Ibrahim mengatakan keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi kepergian orang yang mereka cintai.
Siti Hasmah genap berusia 100 tahun pada 12 Juli lalu. Pada Agustus, ASEAN Records mencatatnya sebagai istri tertua yang masih hidup dari seorang mantan perdana menteri. Pada saat yang sama, Mahathir yang berusia 101 tahun juga mendapat pengakuan sebagai mantan perdana menteri tertua yang masih hidup. Keduanya juga tercatat sebagai pasangan yang sama-sama mencapai usia 100 tahun.
Siti Hasmah merupakan seorang dokter dan salah satu perempuan Melayu generasi awal yang menempuh pendidikan kedokteran. Ia belajar di King Edward VII College of Medicine di Singapura, tempat ia bertemu Mahathir yang juga menempuh pendidikan kedokteran. Keduanya menikah di Kuala Lumpur pada 4 Agustus 1956 dan tahun ini merayakan 70 tahun pernikahan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Siti Hasmah berkarier di bidang kesehatan pemerintah. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang ditunjuk sebagai pejabat kesehatan ibu dan anak tingkat negara bagian di Kedah pada 1974. Ia kemudian dikenal luas karena kiprahnya dalam kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan mental, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, serta berbagai kegiatan sosial.
Sebagai istri perdana menteri, Siti Hasmah juga aktif mengampanyekan isu kesehatan masyarakat. Pada 1985, atas undangan Ibu Negara Amerika Serikat saat itu, Nancy Reagan, ia menghadiri konferensi mengenai penyalahgunaan narkoba di Washington. Dua tahun kemudian, ia mewakili Malaysia dalam konferensi internasional mengenai penyalahgunaan narkoba dan perdagangan ilegal di Wina.
Siti Hasmah dan Mahathir dikaruniai tujuh anak, termasuk aktivis sosial dan penulis Marina Mahathir serta politikus Mukhriz Mahathir.
Mahathir menjabat sebagai perdana menteri Malaysia dalam dua periode, yakni 1981–2003 dan 2018–2020. Ia merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Malaysia dengan total masa jabatan lebih dari dua dekade.
Kepergian Siti Hasmah menutup perjalanan rumah tangga selama tujuh dekade bersama Mahathir, yang mereka mulai sejak bertemu sebagai mahasiswa kedokteran di Singapura pada akhir 1940-an. (zarahamala/arrahmah.id)
