Memuat...

Jawaban Siswa Benar tapi Dinilai Salah, MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC 4 Pilar Kalbar

Ameera
Rabu, 13 Mei 2026 / 26 Zulkaidah 1447 04:59
Jawaban Siswa Benar tapi Dinilai Salah, MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC 4 Pilar Kalbar
Jawaban Siswa Benar tapi Dinilai Salah, MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC 4 Pilar Kalbar

JAKARTA (Arrahmah.id) - Setjen MPR RI resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) yang bertugas dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah insiden salah penilaian terhadap jawaban peserta SMAN 1 Pontianak viral di media sosial dan menuai kritik publik.

Peristiwa itu terjadi saat salah satu peserta dari Grup C menjawab soal mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meski jawaban peserta dinilai telah benar dan lengkap oleh banyak pihak, dewan juri bernama Dyastasita WB justru memberikan nilai minus.

Keputusan tersebut langsung memicu protes dari penonton yang hadir di lokasi. Sejumlah saksi menyebut jawaban siswa sebenarnya sudah sesuai dengan materi yang ditanyakan. Namun, juri tetap bersikeras mempertahankan penilaiannya.

Viralnya potongan video perlombaan itu memunculkan gelombang kritik dari masyarakat.

Banyak pihak menilai kejadian tersebut tidak hanya merugikan peserta, tetapi juga dapat memengaruhi mental siswa yang telah berjuang dalam kompetisi akademik tersebut.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia meminta adanya langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap ajang edukasi yang digelar MPR RI itu.

“Kami menyampaikan rasa penyesalan atas peristiwa ini. Khususnya kepada adik-adik dari SMAN 1 Pontianak yang dirugikan, kami mohon maaf. Supaya berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan pertandingan ulang,” ujar Hetifah Sjaifudian dikutip dari Top News Metro TV, Selasa (12/5/2026).

Melalui pernyataan resminya, MPR RI mengakui adanya kekhilafan dalam proses penilaian final LCC 4 Pilar tersebut. Sebagai tindak lanjut, selain menonaktifkan juri dan MC yang bertugas, MPR juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlombaan.

MPR RI menegaskan komitmennya menjaga sportivitas dan profesionalitas dalam setiap kegiatan pendidikan kebangsaan.

Evaluasi akan difokuskan pada peningkatan objektivitas dan ketelitian dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

(ameera/arrahmah.id)