GAZA (Arrahmah.id) - Kebahagiaan seorang pemuda Palestina di Jalur Gaza menjelang hari pernikahannya berubah menjadi duka setelah rumah yang dipersiapkannya untuk memulai kehidupan bersama sang istri dibom 'Israel'. Ironisnya, pemuda bernama Ibrahim itu merekam sendiri momen serangan yang menghancurkan tempat tinggalnya.
Setelah tiga tahun menghadapi genosida 'Israel' di Gaza, Ibrahim berusaha menata kembali kehidupannya. Ia mulai mewujudkan impian untuk menikah dengan menyiapkan sebuah rumah sederhana bagi dirinya dan calon istrinya.
Namun, rumah tersebut dibombardir 'Israel'. Ibrahim pun berusaha bangkit dengan membeli tenda, terpal, dan sejumlah perabot untuk membangun tempat berlindung sederhana.
Menurut sejumlah aktivis yang mengomentari kejadian tersebut, upaya Ibrahim dan keluarganya untuk kembali membangun kehidupan tak berhenti di situ. Pada Kamis (22/10 /2026) malam, 'Israel' kembali menyerang tempat mereka berlindung di wilayah Gaza tengah.
Dalam video yang beredar di media sosial, Ibrahim terlihat berdiri di antara reruntuhan tempat tinggalnya. Dengan suara penuh emosi, ia berkata kepada ibunya, “Demi Allah, Bu, aku akan mengadakan pesta pernikahan untukmu yang akan dibicarakan seluruh Gaza.”
Sejumlah warganet menilai perkataan Ibrahim mencerminkan keteguhan warga Palestina dalam mempertahankan harapan di tengah kehancuran. Meski rumahnya telah musnah, ia tetap berusaha menghibur ibunya dan menjanjikan kebahagiaan di tengah kehilangan.
Mereka juga menyoroti perjuangan Ibrahim yang harus mengeluarkan uang untuk membeli terpal dan kayu demi membangun tempat berlindung bagi calon istrinya. Bagi mereka, biaya tersebut bukan sekadar pengeluaran untuk mendirikan tenda, melainkan hasil dari kerja keras dan penderitaan selama bertahun-tahun.
Seorang pemuda yang seharusnya mempersiapkan rumah tangga justru harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggalnya hanya berupa tenda. Sejumlah warganet menilai pengalaman warga Gaza seperti ini sulit dipahami oleh orang-orang yang tidak mengalaminya secara langsung.
Komentar lain menyoroti bahwa ketegaran Ibrahim yang terlihat dari luar sebagai keberanian sebenarnya menyimpan penderitaan yang mendalam.
Salah seorang pengguna media sosial mengatakan bahwa video tersebut memang banyak dibagikan dengan narasi tentang keteguhan warga Gaza. Namun, ia memilih membagikannya untuk mengingatkan publik tentang penderitaan dan kekecewaan yang terus dialami warga Palestina.
“Berapa banyak penderitaan yang telah dan masih kami alami? Berapa kali kami dikecewakan dan terus dikecewakan oleh kalian?” tulisnya. (zarahamala/arrahmah.id)
