Memuat...

Kepala Intelijen Militer Libya Tewas dalam Ledakan Mobil di Benghazi

Samir Musa
Selasa, 11 Agustus 2026 / 28 Safar 1448 12:36
Kepala Intelijen Militer Libya Tewas dalam Ledakan Mobil di Benghazi
Kepala Intelijen Militer Libya Timur, Fawzi al-Mansouri (media Libya).

BENGHAZI (Arrahmah.id) — Kepala Badan Intelijen Militer di Benghazi, Libya, Mayor Jenderal Fawzi al-Mansouri, tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak akibat bom yang dipasang di kendaraan tersebut.

Ledakan terjadi pada Senin malam, 10 Agustus 2026, di kawasan al-Hawari, Kota Benghazi, wilayah timur Libya. Insiden tersebut kemudian dikonfirmasi oleh otoritas setempat pada malam Senin hingga Selasa dini hari.

Sejumlah platform dan akun media sosial di Libya timur menyebarkan rekaman yang memperlihatkan sebuah mobil terbakar di kawasan al-Hawari. Rekaman tersebut disebut berkaitan dengan serangan yang menargetkan al-Mansouri.

Dua sumber keamanan mengatakan bahwa al-Mansouri tewas dalam ledakan tersebut. Keduanya berbicara kepada Reuters dengan syarat identitas mereka tidak dipublikasikan. Namun, mereka tidak menjelaskan pihak yang diduga berada di balik serangan maupun memberikan informasi lebih rinci mengenai jenis bahan peledak yang digunakan.

Ledakan di Dekat Masjid

Sebelumnya, sejumlah media Libya melaporkan adanya ledakan mobil yang diduga telah dipasangi bom di sekitar Masjid Sayyidah Aisyah di Benghazi.

Mobil tersebut dilaporkan dikendarai oleh al-Mansouri. Informasi mengenai kematiannya kemudian dikonfirmasi setelah aparat dan sumber keamanan melaporkan bahwa ledakan tersebut menyebabkan sang pejabat intelijen militer meninggal dunia.

Hingga kini belum ada pihak yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Otoritas Libya timur mengecam pembunuhan al-Mansouri dan memerintahkan pihak berwenang untuk menyelidiki secara menyeluruh insiden tersebut, mengungkap pihak yang berada di balik serangan, serta memburu para pelakunya.

Ditunjuk Memimpin Intelijen Militer pada 2024

Fawzi al-Mansouri sebelumnya ditunjuk sebagai kepala intelijen militer di Benghazi pada 2024. Dalam penunjukan tersebut, ia juga mendapatkan pangkat mayor jenderal.

Kematiannya dalam serangan bom menambah perhatian terhadap situasi keamanan di Benghazi, kota utama di Libya timur yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat kekuatan politik dan militer di kawasan tersebut.

Informasi mengenai motif pembunuhan maupun identitas pelaku masih dalam penyelidikan.

Dilansir dari Al Jazeera dan Reuters, Selasa (11/8/2026), pihak keamanan Libya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)