SANA'A (Arrahmah.id) - Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman mengecam serangan yang dilancarkan kelompok Houtsi terhadap Arab Saudi pada Selasa (8/9/2026) dan berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
Juru bicara koalisi, Mayjen Turki Al-Malki, mengatakan pada Rabu (9/9) bahwa serangan-serangan tersebut menyasar lokasi sipil dan ekonomi di kota-kota wilayah selatan, yaitu Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.
Sebanyak 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, mengalami luka-luka.
"Eskalasi yang dilakukan milisi Houtsi serta upaya mereka untuk menyerang Arab Saudi, aset nasional, warga negara, maupun penduduk di wilayahnya merupakan eskalasi berbahaya yang menegaskan pendekatan bermusuhan dan tidak bertanggung jawab dari milisi teroris ini," ujar Al-Malki dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Arab News (10/9).
Kelompok Houtsi meluncurkan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke empat kota di wilayah selatan tersebut serta menghantam fasilitas energi.
Al-Malki menyebut tindakan itu sebagai "pelanggaran nyata" terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman langsung bagi keselamatan warga negara serta penduduk Kerajaan tersebut.
"Serangan-serangan keji yang tidak dapat dibenarkan ini secara sengaja merusak sumber daya nasional, fasilitas, dan lokasi sipil Kerajaan, serta menegaskan perilaku kriminal ekstremis (Houtsi) yang menolak tercapainya perdamaian dan stabilitas di Yaman maupun bagi negara-negara tetangga Arab dan Islamnya," katanya.
Komando Pasukan Gabungan koalisi akan mengambil "segala langkah yang diperlukan untuk merespons sumber ancaman dan melumpuhkan bahayanya," ujarnya.
Pernyataan lanjutan yang dikeluarkan oleh koalisi menyebutkan bahwa Houtsi telah melancarkan serangan terhadap kota Khamis Mushait, Abha, dan Jazan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak pada hari Rabu.
Al-Malki mengatakan koalisi akan merespons serangan-serangan ini secara bertanggung jawab demi melindungi kedaulatan dan aset nasional Kerajaan, serta "melindungi warga sipil dan aset sipil dari tindakan keji ini." (haninmazaya/arrahmah.id)
