NABLUS (Arrahmah.id) - Pasukan 'Israel' menewaskan seorang warga Palestina, Abdul Karim Sulaiman (28), dalam operasi pengepungan rumahnya di Aqraba, selatan Nablus, Tepi Barat, pada Selasa (8/9/2026).
Pasukan 'Israel' mengepung rumah Abdul Karim sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan memintanya keluar sambil mengangkat tangan untuk menyerahkan diri. Militer 'Israel' juga mengancam akan meledakkan rumah tersebut setelah Abdul Karim menolak keluar.
Menurut kesaksian keluarga dan warga setempat, pasukan 'Israel' kemudian menembakkan peluru tajam, granat gas, dan roket Energa ke arah rumah. Sebagian bangunan juga dihancurkan menggunakan buldoser militer. Sumber lokal menyebut sempat terjadi baku tembak di sekitar lokasi.
Azzam Bani Jaber, keponakan Abdul Karim sekaligus saksi mata, mengatakan dirinya dihubungi intelijen 'Israel' sekitar pukul 04.00 dan diminta membujuk Abdul Karim agar menyerahkan diri.
Azzam kemudian membantu mengeluarkan ibu dan istri Abdul Karim dari rumah. Namun, ia mengatakan Abdul Karim berubah pikiran setelah melihat istrinya diperlakukan kasar dan digeledah oleh pasukan 'Israel'.
Setelah sekitar empat jam pengepungan, Abdul Karim akhirnya keluar dari rumah tanpa membawa senjata atau benda apa pun. Menurut Azzam, begitu tiba di pintu masuk rumah, Abdul Karim ditembak hingga tewas. Pasukan 'Israel' kemudian membawa jenazahnya.
Paman Abdul Karim, Muhammad Diriyah, mengatakan keluarga sempat membujuknya untuk menyerahkan diri. Namun Abdul Karim menolak dan berkata, “Saya tidak akan menyerahkan diri kepada musuh.” Muhammad menilai Abdul Karim kemudian ditembak tanpa alasan.
Seorang petugas medis sekaligus aktivis setempat, Yusuf Diriyah, mengatakan Abdul Karim bukan orang yang sedang diburu atau masuk dalam daftar pencarian. Sementara itu, sumber lokal menyebut pasukan 'Israel' mengklaim Abdul Karim sebelumnya melempar bom molotov ke arah tentara 'Israel'.
Abdul Karim diketahui bekerja sebagai tukang kayu dan baru menikah sekitar dua bulan lalu. Keluarganya menggambarkannya sebagai pemuda sederhana, rajin beribadah, dan dikenal baik oleh warga.
Enam WaTambah Pos
https://ww3.arrahmah.id/wp/wp-admin/post-new.phprga Aqraba Tewas sejak 2023
Aqraba, seperti banyak wilayah lain di Tepi Barat, menghadapi penyitaan tanah dan kekerasan oleh pasukan serta pemukim 'Israel'. Dari lebih dari 144 ribu dunam wilayah Aqraba dan kawasan sekitarnya, lebih dari 122 ribu dunam disebut telah disita 'Israel' melalui keputusan militer maupun perintah pengambilalihan langsung.
Menurut Yusuf Diriyah, enam warga Aqraba telah tewas akibat tembakan tentara dan pemukim Israel sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan Palestina juga melaporkan empat warga Palestina tewas dalam 48 jam terakhir akibat serangan 'Israel' di Qalqilya, Nablus, dan Tulkarem. Dengan tambahan tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas di Tepi Barat sejak awal 2026 mencapai 100 orang. (zarahamala/arrahmah.id)
