Memuat...

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Usai 5 Tanker Dihantam

Hanoum
Kamis, 10 September 2026 / 29 Rabiulawal 1448 05:26
Iran Serang Pangkalan AS di Yordania Usai 5 Tanker Dihantam
Pangkalan militer AS di Yirdania. [Foto: X]

AMMAN (Arrahmah.id) -- Iran melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer yang digunakan pasukan Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania, pada Selasa malam hingga Rabu (9/9/2026), beberapa jam setelah militer AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Serangan tersebut menjadi eskalasi terbaru dalam konflik AS-Iran yang juga telah meluas ke jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz, tetapi menurut Yordania 18 dari 20 rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Serangan Iran menyasar Muwaffaq Salti Air Base, yang dikenal sebagai pangkalan Al-Azraq dan menjadi salah satu lokasi militer Yordania yang digunakan untuk menampung aset serta personel AS.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan pembalasan atas penghancuran kapal-kapal tanker Iran oleh Amerika. Yordania menyatakan dua rudal lainnya jatuh di wilayah terbuka yang tidak berpenduduk.

Menurut IRGC, seperti dilansir Le Monde (9/9/2026), rudal-rudal Iran diarahkan ke fasilitas yang digunakan untuk pemeliharaan, persiapan, dan pengerahan pesawat tempur AS. Iran mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan berat pada fasilitas dan hanggar pesawat.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan AS terhadap kapal-kapal minyak Iran.

“Sebagai respons terhadap tindakan agresif AS terhadap kapal tanker minyak Iran, angkatan bersenjata, sesuai hak inheren untuk membela diri, menyerang pangkalan dan fasilitas militer AS yang berada di Yordania,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Serangan itu terjadi setelah militer AS pada Selasa mengumumkan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran, yakni M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, M/T Riesco, dan M/T Derya. Empat kapal pertama dihantam di Teluk Oman, sedangkan Derya diserang di dekat Pulau Kharg.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah IRGC mencoba menyerang kapal perang AS dengan rudal balistik sebanyak dua kali dalam dua hari.

CENTCOM mengatakan kapal perang AS berhasil menghindari serangan Iran dan tidak ada personel Amerika yang terluka. Sebelum serangan terhadap tanker dilakukan, menurut pihak AS, awak kapal diperintahkan meninggalkan kapal. Setelah itu, kapal-kapal tersebut dihantam dan dibuat tidak dapat beroperasi. Iran mengecam tindakan tersebut sebagai agresi dan mengatakan serangan terhadap kapal komersialnya melanggar hukum internasional.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Iran bahwa serangan terhadap kapal perang Amerika akan kembali dibalas.

“Setiap kali Iran mencoba menyerang kapal Angkatan Laut AS, Iran akan kehilangan kapal tanker,” kata Rubio, seperti dikutip Al Jazeera.

Iran kemudian memperluas responsnya ke jalur pelayaran. IRGC mengklaim telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz, terdiri atas dua kapal AS dan delapan kapal tanker, meskipun klaim mengenai kerusakan terhadap kapal-kapal tersebut belum dikonfirmasi Washington.

Yordania sendiri berusaha membatasi dampak konflik terhadap wilayahnya. Angkatan Bersenjata Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya menghadapi 20 rudal balistik Iran dan berhasil mencegat 18 di antaranya. Dua rudal lainnya jatuh di daerah yang tidak berpenduduk. Tim khusus kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi jatuhnya serpihan dan pecahan rudal.

Pangkalan Al-Azraq memiliki arti strategis karena menjadi salah satu lokasi kehadiran militer AS di Yordania. Menurut laporan yang mengutip data Congressional Research Service AS, Yordania menjadi lokasi sekitar 4.000 personel militer Amerika, termasuk sebagian yang ditempatkan di Al-Azraq. (hanoum/arrahmah.id)