Memuat...

Pesan WhatsApp Penjaga Bongkar Kekerasan terhadap Tahanan Palestina di Penjara 'Israel'

Zarah Amala
Kamis, 10 September 2026 / 29 Rabiulawal 1448 11:01
Pesan WhatsApp Penjaga Bongkar Kekerasan terhadap Tahanan Palestina di Penjara 'Israel'
Haaretz mengungkap dugaan praktik kekerasan sistematis terhadap tahanan Palestina di Penjara Ketziot (QNN)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Investigasi surat kabar 'Israel' Haaretz mengungkap dugaan praktik kekerasan sistematis terhadap tahanan Palestina di Penjara Ketziot, termasuk pemukulan yang menyebabkan seorang tahanan meninggal pada November 2023.

Laporan tersebut menyebut tahanan Palestina Thaer Abu Asab tewas setelah dipukuli di Sel 6, Sayap 24. Menurut investigasi Haaretz, Abu Asab sebelumnya bertanya kepada seorang penjaga apakah telah terjadi gencatan senjata antara 'Israel' dan Palestina.

Pertanyaan itu kemudian diteruskan kepada komandan. Abu Asab dan tahanan lain di selnya disebut dipukuli oleh penjaga penjara dan anggota unit taktis Keter. Para penjaga dilaporkan meneriakkan bahwa tidak ada gencatan senjata sambil melakukan pemukulan.

Rekan satu sel mengatakan wajah Abu Asab berubah kebiruan dan tangannya berlumuran darah sebelum ia terkapar tak sadarkan diri. Ia kemudian dinyatakan meninggal akibat cedera pada jantung yang disebut berkaitan dengan kerasnya pemukulan.

Haaretz juga mengungkap pesan WhatsApp para penjaga yang dikirim saat dan setelah kejadian. Dalam pesan tersebut, sejumlah penjaga disebut merayakan kematian Abu Asab dan membanggakan kekerasan yang dilakukan terhadap para tahanan.

Investigasi itu menemukan indikasi bahwa kekerasan bukan kejadian tunggal. Salah seorang penjaga, Oshrit Eliga, disebut menggambarkan pemukulan terhadap tahanan Palestina sebagai sesuatu yang “rutin” dan menceritakan bagaimana para tahanan yang baru tiba mendapat “sambutan” berupa kekerasan.

Menurut kesaksian yang dikutip Haaretz, sejumlah penjaga juga mengatakan tindakan tersebut diketahui dan mendapat persetujuan pejabat senior. Salah satu penjaga menyebut penyerbuan dan pemukulan terhadap sel dianggap sebagai bagian dari kebijakan yang berlaku sehingga tidak dilaporkan sebagai kejadian luar biasa.

Investigasi juga menyoroti dugaan upaya menghindari pertanggungjawaban. Anggota unit Keter menggunakan helm hitam yang menyulitkan identifikasi melalui rekaman kamera. Seorang terdakwa bahkan menuduh kamera dimatikan sebelum operasi dan pejabat penjara ikut menyamar dengan perlengkapan unit tersebut.

Hampir tiga tahun setelah kematian Abu Asab, jaksa 'Israel' mendakwa 12 penjaga penjara. Namun mereka hanya dikenai tuduhan pembunuhan akibat kelalaian karena penyidik tidak dapat menentukan siapa yang memberikan pukulan fatal.

Kasus Ketziot disebut Haaretz sebagai salah satu gambaran langka mengenai kekerasan terhadap tahanan Palestina karena para pelaku sendiri meninggalkan bukti melalui pesan-pesan mereka. Sejak Oktober 2023, organisasi hak asasi manusia dan mantan tahanan Palestina telah berulang kali melaporkan dugaan penyiksaan, kelaparan, penelantaran medis dan kekerasan seksual di penjara serta fasilitas penahanan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)