TEL AVIV (Arrahmah.id) - Blok oposisi 'Israel' masih unggul atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru menjelang pemilu Knesset pada 27 Oktober 2026. Oposisi diproyeksikan meraih 57 kursi, sementara blok Netanyahu mendapat 52 kursi.
Survei Channel 12 'Israel' yang dilakukan setelah penutupan daftar calon menunjukkan tidak ada satu pun blok yang mampu mencapai 61 kursi, jumlah minimum untuk membentuk pemerintahan.
Partai Yashar yang dipimpin mantan kepala staf militer Gadi Eisenkot menjadi partai terbesar dengan 25 kursi. Posisi kedua ditempati Likud pimpinan Netanyahu dengan 21 kursi.
Partai Bersama (Yachad) pimpinan mantan perdana menteri Naftali Bennett memperoleh 13 kursi, disusul Demokrat pimpinan Yair Golan dengan 10 kursi dan Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman dengan sembilan kursi.
Di kubu koalisi Netanyahu, partai ultra-Ortodoks United Torah Judaism diproyeksikan mendapat delapan kursi dan Shas tujuh kursi. Religious Zionism mendapat lima kursi, sementara Jewish Power pimpinan Itamar Ben-Gvir memperoleh enam kursi.
Partai-partai Arab diproyeksikan meraih total 11 kursi, terdiri atas tujuh kursi untuk Joint List pimpinan Yousef Jabareen dan empat kursi untuk United Arab List pimpinan Mansour Abbas.
Jika digabung, blok oposisi memperoleh 68 kursi, termasuk 11 kursi partai Arab, sedangkan koalisi Netanyahu hanya 52 kursi. Namun, sebagian besar pemimpin partai Yahudi menyatakan menolak bekerja sama dengan anggota parlemen Arab untuk membentuk pemerintahan alternatif.
Sebanyak 38 daftar calon telah didaftarkan untuk pemilu mendatang, tetapi survei memperkirakan hanya 13 partai yang berpeluang masuk Knesset yang memiliki 120 kursi.
Hasil survei ini kembali menunjukkan keunggulan Yashar atas Likud dan menjadi tekanan politik bagi Netanyahu, yang masa depan politiknya dinilai sangat bergantung pada hasil pemilu mendatang.
Survei dilakukan Institut Lazar terhadap 506 warga 'Israel' yang dipilih secara acak. Situs Walla melaporkan tidak ada margin of error yang dicantumkan dalam hasil yang dipublikasikan. (zarahamala/arrahmah.id)
