Memuat...

Rapper AS Macklemore Serukan “Free Palestine”, Tur Ed Sheeran Memanas

Hanoum
Kamis, 10 September 2026 / 29 Rabiulawal 1448 05:25
Rapper AS Macklemore Serukan “Free Palestine”, Tur Ed Sheeran Memanas
Macklemore. [Foto: X]

NEW JERSEY (Arrahmah.id) -- Aksi rapper Amerika Serikat (AS) Macklemore menyerukan “Free Palestine” saat menjadi penampil pembuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, justru memicu kontroversi dan tuntutan agar dirinya dikeluarkan dari sisa tur. Dalam dua pertunjukan pada 4 dan 5 September 2026, Macklemore mengenakan keffiyeh, mengkritik kebijakan 'Israel' terkait Gaza, serta membawakan lagu protesnya, Hind’s Hall, dengan tayangan visual mengenai Gaza dan aksi pro-Palestina.

Dilansir BBC (9/9/2026), Macklemore, yang bernama asli Benjamin Haggerty, menyampaikan dukungan tersebut di hadapan puluhan ribu penonton dalam rangkaian Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Ia mengatakan salah satu alasan dirinya bergabung dalam tur tersebut adalah untuk menggunakan panggung konser sebagai ruang menyuarakan dukungan kepada Palestina. Pernyataannya kemudian mendapat respons beragam: sebagian penonton memberikan dukungan, sementara sebagian lainnya menunjukkan ketidaksetujuan dan meninggalkan area pertunjukan.

Sebelum membawakan Hind’s Hall, Macklemore secara terbuka menyerukan “Free Palestine” dan mengatakan pesan tersebut ditujukan kepada masyarakat Palestina di Gaza hingga Tepi Barat.

“Saya ingin kata-kata itu terdengar jelas, agar orang-orang di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tahu bahwa kami tidak melupakan mereka,” kata Macklemore di atas panggung.

Dalam penampilannya, Macklemore juga berusaha membedakan kritik terhadap pemerintah 'Israel' dengan sikap terhadap komunitas Yahudi.

Dalam video yang kemudian ia unggah kembali, ia mengatakan, “Kepada saudara dan saudari Yahudi saya, kritik terhadap Israel, kritik terhadap apartheid, dan menentang genosida sama sekali bukan kritik terhadap kalian. Pesan saya adalah perdamaian, cinta, serta agar semua manusia diperlakukan dengan martabat, rasa hormat, dan kesetaraan.”

Kontroversi membesar setelah Israeli-American Council (IAC) meluncurkan petisi yang meminta Ed Sheeran mengeluarkan Macklemore dari sisa jadwal tur. IAC berargumen bahwa panggung konser Sheeran tidak seharusnya digunakan untuk menyampaikan pesan politik sepihak mengenai konflik Israel-Palestina.

Respons tersebut tidak datang dari IAC saja. Sejumlah kelompok dan individu yang kritis terhadap posisi Macklemore menilai penggunaan konser komersial untuk menyampaikan pesan politik mengenai perang Gaza dapat membuat sebagian penonton merasa tidak nyaman atau terkejut.

Sebaliknya, pendukung Macklemore melihat penampilannya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan penggunaan popularitas seorang musisi untuk menarik perhatian terhadap penderitaan warga sipil Palestina.

Macklemore kemudian mempertahankan posisinya di tengah tekanan tersebut. Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa tuntutannya mengenai kesetaraan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang kontroversial.

“Menginginkan semua manusia diperlakukan setara seharusnya tidak pernah menjadi sesuatu yang kontroversial,” tulis Macklemore dalam unggahannya yang juga menampilkan kembali cuplikan penampilannya di MetLife Stadium.

Macklemore sendiri telah lama mengambil posisi publik mengenai Palestina. Setelah perang Gaza pecah pada Oktober 2023, ia menjadi salah satu musisi Amerika yang secara terbuka menyerukan gencatan senjata dan kemudian merilis Hind’s Hall pada 2024. Lagu tersebut terinspirasi oleh aksi mahasiswa pro-Palestina di Columbia University dan menjadi salah satu karya musik protes yang paling dikenal dalam gelombang demonstrasi tersebut. (hanoum/arrahmah.id)