Memuat...

Meski Mendapat Kritik Dari Kongres AS, Malaysia Tetap Tegas Menolak Warga "Israel"

Hanin Mazaya
Kamis, 23 Juli 2026 / 9 Safar 1448 19:46
Meski Mendapat Kritik Dari Kongres AS, Malaysia Tetap Tegas Menolak Warga "Israel"
Anwar Ibrahim. (Foto: AFP/Mohd Rasfan)

KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) - Amerika Serikat melalui pernyataan para anggota Kongres menyampaikan kemarahan dan ancaman terhadap Malaysia yang berencana mengusir warga "Israel" di negara itu.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan tanggapan, menegaskan negaranya tidak akan mengubah kebijakan yang melarang warga negara "Israel" memasuki wilayah Malaysia meski mendapat kritik dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat (AS).

"Kami tidak akan mengizinkan satu pun warga negara 'Israel' menginjakkan kaki di Malaysia," tegas Anwar saat menghadiri kegiatan di Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu (22/7/2026), seperti dilansir Espos Dunia.

Anwar mengatakan sejumlah anggota Kongres AS menilai kebijakan Malaysia melarang warga "Israel" memasuki negara itu bertentangan dengan hukum internasional dan tidak menghormati hak-hak bangsa lain.

Namun, menurut Anwar, kritik tersebut tidak beralasan karena kebijakan itu telah diterapkan Malaysia selama beberapa dekade.

"Kami menentang kehadiran warga negara 'Israel' mana pun, bukan orang Yahudi, tetapi warga negara 'Israel', karena mereka merupakan bagian dan terlibat dalam pembunuhan, kejahatan, serta penindasan dan kolonisasi yang terus berlangsung terhadap Palestina dan Gaza," tegasnya.

Anwar: Larangan Berlaku untuk Warga Negara "Israel"
Anwar menegaskan kebijakan tersebut ditujukan kepada warga negara "Israel", bukan kepada orang Yahudi. Menurut dia, sikap Malaysia didasarkan pada penolakan terhadap tindakan yang dinilai sebagai penindasan dan kolonisasi terhadap rakyat Palestina.

Ia mengatakan sejumlah negara mungkin memilih untuk diam atas kekejaman terhadap rakyat Palestina. Namun, Malaysia sebagai negara berdaulat berhak menentukan kebijakan luar negerinya berdasarkan prinsip kemanusiaan.

Media di Malaysia melaporkan sedikitnya delapan anggota Kongres AS mengkritik kebijakan tersebut. Mereka mendesak pemerintah Amerika Serikat meninjau kembali hubungan kerja sama dengan Malaysia sebagai respons atas larangan masuk bagi warga negara "Israel". (haninmazaya/arrahmah.id)