SANA'A (Arrahmah.id) - Militer Yaman mengumumkan penargetan terhadap kumpulan kelompok Ansarallah (Houtsi) di Provinsi Al-Jawf, wilayah utara negara tersebut, di tengah meluasnya eskalasi militer antara kedua belah pihak.
Pusat Media Angkatan Bersenjata menyampaikan melalui akun resmi di platform X bahwa artileri roket dari Komando Militer Keenam telah menargetkan posisi dan benteng kelompok Houtsi di berbagai lini depan di Provinsi Al-Jawf. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak Houtsi terkait serangan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah media Yaman melaporkan pembaruan serangan Houtsi yang menargetkan Kota Al-Mukha menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak. Sedikitnya dua rudal dilaporkan jatuh, dengan salah satunya menghantam kawasan Jalan Al-Kahraba dan satu lagi di sekitar wilayah pinggiran kota.
Pertahanan darat Angkatan Bersenjata Yaman dilaporkan aktif mencegat drone-drone Houthi yang mendekati wilayah Al-Mukha. Perkembangan ini menyusul pernyataan Kepala Pelabuhan Al-Mukha, Abdul Malik Al-Sharabi, yang mengumumkan penghentian aktivitas navigasi dan komersial di pelabuhan tersebut akibat serangan berulang yang dilancarkan dalam beberapa hari terakhir. Kerugian material langsung dari insiden ini diperkirakan mencapai sekitar 16 juta dolar.
Dalam perkembangan terkait, juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Yaman, Kolonel Majid Abdullah Al-Nuzaili, mengumumkan pelaksanaan 181 operasi militer dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Operasi tersebut menggunakan pesawat tanpa awak, artileri, dan peluncur roket yang menyasar posisi, target militer, serta sumber ancaman milik kelompok Houtsi di sepanjang garis depan di Taiz, Marib, Abyan, Al-Dhale, dan Al-Hudaidah.
Konfrontasi antara kedua belah pihak kembali memanas di berbagai provinsi dalam beberapa pekan terakhir, di tengah krisis kemanusiaan dan ekonomi parah yang melanda Yaman sejak konflik meletus dan menyusul berakhirnya masa gencatan senjata yang sebelumnya meredakan ketegangan di negara tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
