Memuat...

Motor Listrik BGN Viral, Purbaya: Usulan Dulu Pernah Ditolak

Ameera
Rabu, 8 April 2026 / 20 Syawal 1447 11:55
Motor Listrik BGN Viral, Purbaya: Usulan Dulu Pernah Ditolak
Motor Listrik BGN Viral, Purbaya: Usulan Dulu Pernah Ditolak

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sebuah video yang menampilkan puluhan ribu motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial.

Kemunculan video tersebut memicu perhatian publik karena terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi dalam video tersebut.

Ia menyebut akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan fakta di lapangan.

“Ini saya belum tahu, nanti saya cek lagi. Tahun lalu memang sempat ada pengajuan pembelian komputer dalam jumlah besar dan motor, tapi kita tolak,” ujar Purbaya dalam diskusi media di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Purbaya menegaskan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya difokuskan pada penyediaan makanan, bukan pengadaan kendaraan atau fasilitas lain yang dinilai tidak mendesak.

Ia juga menilai bahwa mitra pelaksana program seharusnya dapat membiayai kebutuhan operasional tambahan dari keuntungan yang diperoleh.

“Yang utama itu makanan. Kalau pelaku usaha sudah mendapatkan keuntungan, seharusnya bisa mencicil kebutuhan seperti motor dari sana,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.

Ia menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut memang termasuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.

Menurut Dadan, motor listrik itu diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG guna mendukung operasional program di lapangan.

“Pengadaan motor ini memang bagian dari anggaran 2025, fungsinya untuk menunjang operasional Kepala SPPG,” jelasnya.

Namun demikian, ia memastikan bahwa kendaraan tersebut hingga saat ini belum didistribusikan karena masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Lebih lanjut, Dadan membantah informasi yang menyebut jumlah motor mencapai 70.000 unit. Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar.

“Informasi 70.000 unit itu hoaks. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan pada 2025,” tegasnya.

Polemik ini pun memunculkan sorotan publik terkait transparansi dan prioritas anggaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

(ameera/arrahmah.id)