Memuat...

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia di Mojokerto, Target Operasi 2028

Ameera
Ahad, 19 April 2026 / 2 Zulkaidah 1447 21:22
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia di Mojokerto, Target Operasi 2028
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia di Mojokerto, Target Operasi 2028

JAKARTA (Arrahmah.id) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah berencana membangun pabrik infus dengan teknologi canggih asal Italia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor kesehatan.

Pabrik tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada Mei 2026 di Mojokerto, Jawa Timur.

Rencana ini disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat berada di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (18/4).

Ia menegaskan bahwa pemilihan teknologi dari Italia didasarkan pada kualitas dan ketahanannya yang dinilai lebih unggul dibandingkan alternatif lain.

“Teknologinya langsung dari Italia. Walaupun mahal, daya tahannya tinggi. Dari sisi kemasan juga lebih baik, sehingga berdampak pada efisiensi operasional,” ujar Muhadjir.

Pabrik ini nantinya tidak hanya memproduksi cairan infus, tetapi juga berbagai alat kesehatan seperti jarum medis dan produk sekali pakai lainnya.

Namun, untuk tahap awal, produksi obat-obatan belum termasuk dalam rencana pengembangan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Muhammadiyah dalam membangun sistem ekonomi internal yang lebih kuat dan mandiri.

Dengan jaringan sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 400 klinik, kebutuhan alat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah sangat besar.

“Daripada membeli dari luar, lebih baik kita produksi sendiri agar bisa menekan biaya operasional rumah sakit Muhammadiyah. Kita ingin membangun sistem close loop di seluruh amal usaha,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan pabrik akan menggunakan skema investasi berbasis saham yang melibatkan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA).

Meski membutuhkan dana besar karena penggunaan teknologi impor, Muhammadiyah menargetkan produk yang dihasilkan tetap memiliki harga kompetitif.

Muhadjir menegaskan bahwa orientasi utama bisnis ini bukan semata-mata keuntungan, melainkan kemaslahatan umat.

Produk infus yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pembangunan pabrik ditargetkan dimulai pada akhir Mei 2026, rampung sebelum Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027, dan mulai beroperasi penuh pada 2028.

(ameera/arrahmah.id)