JAKARTA (Arrahmah.id) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengungkapkan bahwa progres pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh hingga kini baru mencapai sekitar 30 persen.
Ia menilai masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang memerlukan penanganan dan percepatan dari pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Mualem usai mengikuti rapat pemulihan pascabencana Sumatera bersama DPR RI dan pemerintah pusat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Baru terpenuhi mungkin 30 persen pemulihan infrastruktur,” ujar Mualem kepada awak media.
Menurutnya, sejumlah fasilitas vital yang rusak akibat bencana masih belum sepenuhnya tertangani. Infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, dan sarana pelayanan masyarakat lainnya masih membutuhkan perhatian serius.
“Banyak. Banyak. Infrastruktur belum, jembatan belum. Sekolah-sekolah dan sebagainya lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan pemerintah kini mulai memasuki tahap pemulihan permanen pascabencana di wilayah Sumatera.
Tito menjelaskan, pemerintah telah menyusun Rencana Induk (Renduk) percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dijalankan selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.
“Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Jadi dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa menuju permanen yang kita namakan rehab-rekon,” ujar Tito usai rapat bersama DPR RI.
Ia menambahkan, rencana induk tersebut disusun berdasarkan rekapitulasi kebutuhan dari seluruh pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga kementerian dan lembaga terkait.
“Renduk ini direkap dari seluruh kabupaten/kota, provinsi, dan kementerian/lembaga. Setelah itu disandingkan bersama Bappenas dan Satgas untuk disesuaikan, dan akan diselesaikan dalam waktu tiga tahun, yaitu 2026, 2027, dan 2028,” jelasnya.
Pemerintah berharap program rehabilitasi dan rekonstruksi permanen tersebut dapat mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh, sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
(ameera/arrahmah.id)
