Memuat...

Netanyahu Naik Podium, Puluhan Delegasi Walkout Keluar Gedung PBB

Hanoum
Jumat, 25 September 2026 / 14 Rabiulakhir 1448 05:17
Netanyahu Naik Podium, Puluhan Delegasi Walkout Keluar Gedung PBB
Puluhan delegasi kelaur saat Benjamin Netanyahu naik podium. [Foto: X]

NEW YORK (Arrahmah.id) -- Pidato Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (24/9/2026), diwarnai aksi puluhan delegasi yang meninggalkan ruang sidang ketika ia naik ke podium. Di saat sejumlah delegasi berjalan keluar, pendukung Netanyahu di balkon justru berdiri dan meneriakkan slogan dalam bahasa Ibrani, menciptakan suasana kontras pada awal pidato tersebut.

Dilansir The Times of Israel (24/9), aksi walkout berlangsung sesaat setelah Netanyahu tiba di podium untuk menyampaikan pidatonya dalam Sidang Umum PBB ke-81. Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman beberapa kali meminta ketertiban di dalam ruangan. Netanyahu kemudian menyebut para delegasi yang meninggalkan ruangan sebagai “moral cowards” atau “pengecut moral” dan bahkan mempersilakan delegasi lain yang memiliki sikap serupa untuk ikut meninggalkan ruangan.

Di sisi lain, para pendukung Netanyahu yang berada di balkon memberikan tepuk tangan berdiri dan meneriakkan “Am Yisrael Chai”, yang berarti “Bangsa Israel hidup”. Kontras antara sorakan pendukung dan keluarnya delegasi menjadi salah satu momen paling menonjol dalam pidato Netanyahu tahun ini.

Dalam pidatonya, Netanyahu menggunakan panggung PBB untuk mempertahankan kebijakan 'Israel' dalam konflik di kawasan, termasuk perang di Gaza dan operasi militer terhadap Iran. Ia mengatakan keputusan 'Israel' menyerang fasilitas nuklir Iran merupakan salah satu keputusan paling mudah yang pernah dibuatnya sebagai perdana menteri. Netanyahu juga menyatakan bahwa 'Israel', menurut versinya, bertindak untuk mempertahankan diri dan melindungi negara-negara lain di kawasan.

Netanyahu juga secara langsung menyerang kritik dari sejumlah pihak, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani. Netanyahu menolak tuduhan bahwa 'Israel' melakukan genosida di Gaza dan mengatakan 'Israel' justru mencegah genosida.

Mamdani sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas apa yang ia sebut sebagai genosida terhadap warga Palestina. Kedua pernyataan tersebut merupakan posisi politik masing-masing dan memiliki konteks serta dasar yang diperdebatkan.

Pidato tersebut berlangsung sekitar 40 menit dan disampaikan ketika 'Israel' menghadapi tekanan diplomatik yang meningkat terkait perang Gaza. Reuters melaporkan bahwa pemilu 'Israel' dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober, sehingga Netanyahu juga berbicara dalam situasi politik domestik yang penting. Pidatonya disiarkan secara langsung pada jam utama oleh empat stasiun televisi utama 'Israel'.

Di luar gedung PBB, ratusan demonstran juga berkumpul ketika Netanyahu menyampaikan pidato. Reuters melaporkan sebagian demonstran meneriakkan seruan agar bantuan militer kepada 'Israel' dihentikan dan agar warga Gaza dibiarkan hidup, sementara polisi menahan sejumlah orang setelah aksi tersebut mengganggu lalu lintas di sekitar kawasan PBB. (hanoum/arrahmah.id)