Memuat...

Netanyahu Sesumbar Telah Memperluas Pendudukan Gaza Hingga 70%

Zarah Amala
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 10:51
Netanyahu Sesumbar Telah Memperluas Pendudukan Gaza Hingga 70%
Netanyahu sebelumnya berjanji untuk menduduki 70% Jalur Gaza (AFP).

GAZA (Arrahmah.id) - Laporan terbaru yang mengutip pernyataan Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, melalui surat kabar Yedioth Ahronoth, mengungkapkan bahwa militer 'Israel' kini telah menguasai sekitar 70% dari total wilayah Jalur Gaza. Langkah ini diklaim bertujuan untuk melumpuhkan gerakan Hamas, dengan menempatkan militer 'Israel' kini menduduki sekitar 255 kilometer persegi dari total luas wilayah Gaza yang hanya sebesar 365 kilometer persegi.

Dengan menyusutnya sisa wilayah yang dapat diakses oleh warga menjadi hanya 110 kilometer persegi, kondisi kemanusiaan di Gaza mencapai titik krisis. Sekitar 2,13 juta warga Palestina kini terkonsentrasi di area yang sangat terbatas, dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 19.000 jiwa per kilometer persegi.

Selain krisis tempat tinggal, infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan telah hancur sekitar 90%, dengan ketiadaan layanan dasar yang hampir total di seluruh wilayah.

Sejarah penaklukan wilayah ini mencakup invasi darat ke Rafah pada 7 Mei 2024, yang mengabaikan peringatan internasional. Invasi tersebut memaksa sekitar 800.000 orang mengungsi dalam waktu kurang dari dua pekan dan memutus akses bantuan kemanusiaan melalui penutupan perbatasan Rafah.

Perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 seharusnya mencakup penghentian permusuhan, pertukaran tawanan, pembukaan perbatasan Rafah, serta penarikan parsial pasukan 'Israel'. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Tel Aviv dinilai telah mengingkari komitmen perjanjian tersebut dan justru meningkatkan operasi militer. Berdasarkan pengakuan Netanyahu, kendali 'Israel' atas wilayah Gaza terus meluas secara sistematis: dari 53% saat gencatan senjata dimulai, meningkat menjadi 60% pada 15 Mei, hingga mencapai 70% saat ini.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina per Rabu (24/6/2026) mencatat angka yang tragis akibat perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Total korban jiwa: 73.041 syuhada, korban luka: 173.402 orang. Sementara, korban pasca-gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025, militer 'Israel' dilaporkan telah menewaskan 1.029 warga Palestina dan melukai 3.294 lainnya.

Situasi di Gaza kini menghadapi tekanan luar biasa, di mana tuntutan dari pihak Palestina agar komunitas internasional memberikan sanksi atau tindakan pencegahan terhadap agresi 'Israel' yang terus berlangsung semakin menguat di tengah kehancuran fisik dan krisis kemanusiaan yang mendalam. (zarahamala/arrahmah.id)