DAMASKUS (Arrahmah.id) - Pameran Internasional Damaskus ke-63 mencerminkan momentum baru dalam perekonomian Suriah serta kebangkitan kembali pameran dagang khusus, menurut Mazen Derwan, ketua Federasi Kamar Industri Suriah.
Dalam keterangannya kepada SANA, Derwan menyatakan bahwa liberalisasi ekonomi dan penghapusan praktik monopoli diperlukan untuk melindungi konsumen dan memperkuat persaingan.
Ia mengimbau para pelaku industri Suriah untuk lebih menyesuaikan diri dengan permintaan pasar, beralih dari prinsip "menjual apa yang diproduksi" menjadi "memproduksi apa yang laku terjual."
Derwan mengatakan pemerintah telah menanggapi permintaan federasi dengan menurunkan harga bahan bakar minyak bagi pabrik, sebuah langkah yang bertujuan meringankan biaya produksi bagi para pelaku industri.
Ia mendesak diambilnya langkah-langkah lebih lanjut—termasuk penurunan tarif listrik dan peningkatan dukungan untuk input produksi—guna meningkatkan daya saing produk Suriah di pasar ekspor.
Derwan juga menyatakan bahwa pencabutan sanksi dan pelonggaran aturan transfer perbankan akan mengurangi biaya tambahan serta keterlambatan yang dihadapi dunia usaha Suriah saat membeli mesin dan suku cadang dari luar negeri maupun saat mengekspor produk mereka.
Pameran Internasional Damaskus ke-63 dibuka pada 26 Agustus dan berlangsung hingga 4 September, dengan partisipasi sekitar 1.000 perusahaan serta organisasi lokal, Arab, dan internasional yang mewakili hampir 60 negara. (haninmazaya/arrahmah.id)
