DAMASKUS (Arrahmah.id) - Pasukan 'Israel' kembali melakukan penyusupan ke wilayah selatan Suriah, termasuk memasuki Desa Maariya di pedesaan Daraa barat dan mendirikan pos pemeriksaan sementara di wilayah Quneitra.
Menurut laporan televisi pemerintah Suriah, lebih dari 10 kendaraan militer 'Israel' memasuki bagian barat Desa Maariya, di kawasan Lembah Yarmouk, pada tengah malam Selasa (29/9/2026). Pasukan 'Israel' disebut menggeledah sejumlah rumah sebelum kemudian mundur menuju barak militer Al-Jazeera.
Di wilayah Quneitra, pasukan 'Israel' juga mendirikan pos pemeriksaan sementara di jalan Ain al-Nouriya–Khan Arnabeh. Warga dan kendaraan yang melintas diperiksa sebelum pasukan meninggalkan lokasi.
Sehari sebelumnya, pasukan 'Israel' dilaporkan melakukan penggerebekan di Desa Hurriya dan menembakkan artileri ke Bukit al-Hamriya, dekat Desa Taranga di Quneitra utara.
Penyusupan tersebut menambah rangkaian operasi 'Israel' di wilayah selatan Suriah. Pada 27 September, pasukan 'Israel' juga dilaporkan memasuki sejumlah wilayah pedesaan Daraa dan Quneitra dengan kendaraan militer serta menggeledah rumah-rumah warga.
Presiden Suriah Ahmad asy-Syaraa sebelumnya menyampaikan persoalan tersebut dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada 23 September.
Asy-Syaraa mengatakan 'Israel' telah melakukan sekitar 500 serangan udara dan artileri, lebih dari 1.200 penyusupan, serta sekitar 300 kasus penangkapan dan penahanan sejak akhir 2024.
Damaskus menolak upaya 'Israel' untuk menciptakan situasi baru di lapangan dan menegaskan komitmennya terhadap Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974. Pemerintah Suriah juga menuntut penarikan pasukan 'Israel' ke posisi sebelum 8 Desember 2024.
Wilayah Quneitra, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan, menjadi salah satu lokasi yang kerap mengalami penyusupan 'Israel'. Dalam beberapa operasi sebelumnya, pasukan 'Israel' dilaporkan mendirikan pos pemeriksaan sementara, menggeledah rumah warga dan kendaraan, serta melakukan penangkapan.
'Israel' telah menguasai sebagian besar wilayah Golan sejak 1967. Setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024, pasukan 'Israel' juga memasuki zona penyangga dan sejumlah posisi lain di wilayah Suriah selatan. (zarahamala/arrahmah.id)
