PUNE (Arrahmah.id) -- Seorang pemuda Muslim di kota Pune, India, mengaku dipukuli dan dipaksa memakan kotoran sapi oleh waria yang juga seorang aktivis Hindu radikal. Insiden tersebut memicu kontroversi setelah video dan laporan mengenai peristiwa itu beredar di media sosial, sementara kepolisian setempat menyatakan telah mencatat laporan awal dan mulai melakukan penyelidikan.
Dilansir ANI NEWS (8/3/2026), peristiwa itu dilaporkan terjadi di wilayah Pune, negara bagian Maharashtra, ketika korban yang berusia sekitar 18 tahun bekerja sebagai pembantu sopir truk pengangkut kerbau dari Karad menuju Mumbai. Menurut pengakuan korban kepada polisi, ia dihentikan oleh sekelompok massa Hindu radikal yang menuduhnya terlibat dalam perdagangan sapi sebelum kemudian dipukuli dan dipaksa memakan kotoran sapi. Polisi menyatakan telah mencatat laporan non-cognisable report (NCR), yaitu laporan awal untuk kasus yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut sebelum penindakan pidana dilakukan.
Laporan media India menyebut korban mengatakan bahwa para pelaku adalah kelompok vigilante yang mengklaim melindungi sapi, hewan yang dianggap suci dalam agama Hindu. Selain pemukulan, korban juga mengaku dihina secara verbal sebelum akhirnya dilepaskan.
Beberapa unggahan yang beredar di platform X dan media sosial lainnya menyebut kelompok tersebut dipimpin oleh seorang waria bernama Bipasha Manikam. Dalam unggahan tersebut, aktivis tersebut bersama sejumlah orang lain diduga memaksa korban memakan kotoran sapi sambil melakukan kekerasan fisik. Rekaman video insiden tersebut kemudian menjadi viral dan memicu perdebatan luas di media sosial.
Kasus ini kembali menyoroti fenomena kekerasan yang berkaitan dengan isu perlindungan sapi di India. Sejumlah kelompok vigilante Hindu dalam beberapa tahun terakhir sering melakukan aksi terhadap orang yang dicurigai terlibat dalam penyembelihan atau perdagangan sapi. Laporan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar korban dari aksi vigilante tersebut berasal dari komunitas Muslim atau kelompok minoritas lainnya.
Pihak kepolisian Pune menyatakan masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan kronologi kejadian serta mengidentifikasi pihak yang terlibat. Jika ditemukan unsur pidana yang cukup, kasus tersebut dapat ditingkatkan menjadi penyelidikan kriminal penuh. (hanoum/arrahmah.id)
